Pati, suarakabar.co.id – Kekhawatiran terhadap turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan mulai mencuat ke permukaan. Sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, yang menilai performa Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) jauh dari harapan.
Biasanya, DKP mampu menyumbang PAD hingga Rp6,8 miliar setiap tahun. Namun tahun ini, hingga pertengahan Juli, pendapatan yang berhasil dikumpulkan baru menyentuh angka 18 persen dari target awal yang disepakati, yakni sekitar Rp4 miliar. Bahkan setelah Komisi B DPRD Pati melakukan intervensi dan menaikkan target menjadi lebih dari Rp5 miliar, realisasi tersebut tetap belum menunjukkan kemajuan signifikan.
“Masak sudah setengah tahun, baru 18 persen. Ini fatal. Saya dapat info dari Sekretaris Komisi B, Mukit. Jangan dianggap enteng. Kalau ini perusahaan, sudah tutup,” tegas Joni, saat ditemui usai rapat.
Politisi Partai Demokrat itu meminta agar DKP segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pendapatan. Menurutnya, potensi dari sektor perikanan Pati seharusnya bisa menjadi andalan, apalagi di tengah semangat pembangunan yang sedang digalakkan oleh Bupati Sudewo.
“Saat ini Pak Bupati sedang serius membangun. Jangan sampai sektor yang mestinya menghasilkan, justru jadi beban,” tambahnya.
Pernyataan Joni pun langsung direspons oleh Bupati Pati, Sudewo. Ia mengapresiasi masukan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap dorongan peningkatan PAD dari sektor kelautan dan perikanan.
“Apa yang disampaikan Pak Joni sangat baik. Itu harus kita jalankan, dan bukan hanya sekadar capai target, tapi juga melampaui,” ujar Sudewo.
Kini, bola berada di tangan Dinas Kelautan dan Perikanan. Evaluasi mendalam dan langkah strategis ditunggu agar potensi laut dan perikanan Kabupaten Pati benar-benar bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah yang dapat diandalkan.
(ADV)













