Ketua DPRD Pati Hadiri Gelar Seni Budaya 2026 di TMII, Dorong Budaya Lokal Terus Dikenalkan

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id — Ketua DPRD Kabupaten Pati, H. Ali Badrudin, S.E., menghadiri Gelar Seni Budaya 2026 yang berlangsung di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Pati agar semakin dikenal masyarakat luas. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut, salah satunya Sendratari Sapi Pragolo yang mengangkat kisah serta identitas budaya Pati.

Ali Badrudin mengapresiasi penyelenggaraan Gelar Seni Budaya 2026. Menurutnya, pertunjukan seni tradisional memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya Gelar Seni Budaya 2026 ini. Melalui Sendratari Sapi Pragolo, kita tidak hanya menampilkan kesenian, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan identitas budaya Pati kepada masyarakat luas,” ujar Ali.

Ia menilai kegiatan semacam ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Menurutnya, pengenalan budaya tidak cukup hanya melalui pembelajaran secara teori, tetapi perlu dilakukan melalui ruang pertunjukan yang membuat anak muda dapat melihat dan memahami kekayaan budaya daerah secara langsung.

“Budaya daerah harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Mereka perlu mengetahui bahwa Pati memiliki banyak cerita, tradisi dan kesenian yang menjadi bagian dari jati diri daerah,” katanya.

Ali juga berharap para pelaku seni dan budayawan di Kabupaten Pati memperoleh ruang yang semakin luas untuk berkarya. Menurutnya, keberlangsungan seni tradisional sangat bergantung pada adanya regenerasi seniman serta dukungan berbagai pihak.

“Yang tidak kalah penting adalah regenerasi. Jangan sampai kesenian dan cerita sejarah yang kita miliki hanya dikenal oleh generasi sekarang. Harus ada anak-anak muda yang mau belajar, tampil dan kemudian meneruskannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan seni budaya di tingkat nasional seperti yang digelar di TMII dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Pati tidak hanya dari sisi potensi ekonomi dan pariwisata, tetapi juga melalui kekayaan sejarah serta budayanya.

“Ketika budaya Pati tampil di ruang publik seperti ini, masyarakat dari daerah lain bisa lebih mengenal Pati. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan potensi Pati kepada masyarakat yang lebih luas,” imbuh Ali.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Badrudin juga menyampaikan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, pelaku seni, budayawan, komunitas, sekolah, serta masyarakat.

“Pelestarian budaya bukan pekerjaan satu pihak. Pemerintah, DPRD, seniman, budayawan, komunitas dan masyarakat harus bersama-sama menjaga agar seni budaya Pati tetap hidup dan berkembang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluya, bersama sejumlah undangan dan tokoh yang menyaksikan rangkaian pertunjukan seni budaya Pati.

Melalui Gelar Seni Budaya 2026, seni dan budaya Pati diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus berkembang dan mendapat ruang di tengah masyarakat serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *