PATI, suarakabar.co.id — Kondisi Jalan Gunungpanti-Goda di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, kembali menjadi sorotan. Ruas yang menjadi salah satu akses masyarakat tersebut disebut telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun dan belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
Keluhan mengenai kondisi jalan disampaikan masyarakat kepada DPRD Pati. Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap akses yang selama ini digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Anggota DPRD Pati, Suharmanto, mengatakan kerusakan jalan sudah cukup mengganggu mobilitas warga. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ruas Gunungpanti-Goda bahkan disebut hampir empat dekade belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.
“Informasi dari masyarakat, jalan Gunungpanti-Goda ini sudah hampir 40 tahun belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. Kondisinya sekarang banyak yang rusak dan tentunya sangat mengganggu pengguna jalan,” kata Suharmanto.
Ia menjelaskan, ruas tersebut bukan sekadar akses penghubung antardesa. Jalan itu juga menjadi jalur yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk menuju sekolah, pasar, lahan pertanian, hingga membawa hasil panen.
Ketika kondisi jalan memburuk, menurut Suharmanto, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Waktu tempuh dapat bertambah dan kendaraan harus lebih berhati-hati saat melintasi bagian jalan yang berlubang maupun bergelombang.
“Ini akses yang setiap hari digunakan masyarakat. Ada anak sekolah, petani, maupun warga yang membawa hasil pertanian. Kalau kondisi jalan rusak, tentu aktivitas mereka ikut terdampak,” ujarnya.
Suharmanto menilai, persoalan tersebut perlu segera masuk dalam perhatian pemerintah daerah. Ia meminta Dinas PUPR melakukan inventarisasi kondisi ruas jalan sekaligus menentukan titik-titik yang harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu.
“Jangan sampai kerusakan ini dibiarkan terus. Pemerintah perlu melihat langsung kondisinya dan menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerusakannya,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Namun, ia meminta adanya kepastian bahwa ruas tersebut masuk dalam perencanaan pembangunan infrastruktur.
“Kalau anggaran belum memungkinkan untuk semuanya sekaligus, bisa dilakukan secara bertahap. Tetapi harus ada perencanaan yang jelas, sehingga masyarakat tahu bahwa jalan ini memang masuk dalam perhatian pemerintah,” katanya.
Suharmanto juga mengingatkan agar kualitas pekerjaan menjadi perhatian apabila perbaikan nantinya direalisasikan. Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan yang bersifat sementara pada titik-titik kerusakan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar tambal sulam. Kalau memang sudah masuk program perbaikan, kualitas pekerjaan harus diperhatikan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
DPRD Pati, lanjut Suharmanto, akan membawa aspirasi tersebut dalam pembahasan terkait pembangunan infrastruktur. Ia berharap kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Intinya kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama warga harus mendapat perhatian, karena infrastruktur yang baik juga berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)













