PATI — Ratusan siswa di Kabupaten Pati diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa yang terjadi di dua sekolah di Kecamatan Gembong tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Pati Ali Badrudin.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah hingga pusing setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan program yang menjadi salah satu agenda strategis nasional itu kembali menjadi sorotan.
Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan dan distribusi MBG meningkatkan kehati-hatian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Saya minta MBG-MBG yang lain agar bisa lebih berhati-hati agar tidak ada keracunan lagi. Penyebabnya apa harus bisa dimitigasi,” tegas Ali Badrudin.
Menurut Ali, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Tidak hanya penyedia makanan, tetapi juga sekolah dan pemerintah daerah perlu memastikan setiap tahapan penyediaan makanan telah memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
Ia secara khusus mendorong pengawasan terhadap dapur penyedia MBG diperketat. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati juga diminta aktif melakukan pemeriksaan, terutama berkaitan dengan kualitas bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan hingga distribusi makanan ke sekolah.
“Pengawasan harus lebih digencarkan oleh Dinas Kesehatan maupun dari eksekutif yang lain,” ujarnya.
Ali menegaskan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pati harus membangun sinergi untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan. Menurutnya, program tersebut harus memberikan manfaat bagi siswa, bukan justru menimbulkan persoalan kesehatan.
“Dan DPRD harus bisa saling membantu agar program Presiden bisa berjalan dengan baik, dan bermanfaat untuk masyarakat khususnya para siswa sekolah. Jangan sampai keracunan ini terulang lagi,” katanya.
Selain pengawasan, Ali juga menilai evaluasi menu perlu dilakukan secara berkala. Setiap makanan yang diberikan kepada siswa harus dipastikan memenuhi standar gizi sekaligus aman untuk dikonsumsi.
Ia meminta penyedia MBG segera memperbaiki apabila ditemukan menu atau proses pengolahan yang tidak sesuai ketentuan. Bahkan, sanksi perlu diberikan jika pihak penyedia tidak mengindahkan hasil evaluasi dan peringatan.
“Kalau ada menu yang tidak baik harus diingatkan. Kalau tidak mau ya diberi sanksi,” tegas Ali Badrudin.
(ADV)













