PATI — Pergantian pengurus dalam sebuah organisasi politik kerap dipandang sebagai berakhirnya sebuah peran. Namun, bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati, regenerasi justru dipandang sebagai cara untuk memastikan perjuangan politik tetap berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pandangan itu disampaikan Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Pati, Muhammadun. Ia menilai hadirnya kader-kader muda bukan untuk menggeser atau menghilangkan peran kader senior, melainkan menjadi bagian dari kesinambungan organisasi.
“PKB saat ini sedang bergerak menyiapkan kader-kader muda untuk melanjutkan keberlangsungan partai sebagai bagian dari usaha terus-menerus PKB menyehatkan demokrasi di Indonesia,” ujar Muhammadun.
Bagi Muhammadun, regenerasi menjadi kebutuhan penting ketika partai politik dituntut terus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat. Kader muda perlu diberi ruang untuk belajar, berproses, dan mengambil tanggung jawab organisasi.
Di sisi lain, pengalaman kader senior tetap dibutuhkan. Karena itu, proses regenerasi idealnya tidak menciptakan jarak antara generasi lama dan generasi baru.
“Sahabat-sahabat pengurus PAC PKB se-Kabupaten Pati yang seangkatan saya, ketika saat ini digantikan orang-orang muda, itu bukan berarti panjenengan semua dilengserkan dan tidak dibutuhkan PKB lagi,” katanya.
Menurut dia, kader senior justru memiliki tugas penting setelah regenerasi berlangsung. Pengalaman yang telah dimiliki selama bertahun-tahun dapat menjadi bekal bagi kader muda dalam menghadapi dinamika politik di wilayah masing-masing.
“Panjenengan semua masih punya tugas lanjutan untuk mendampingi orang-orang muda itu agar bisa berjalan dan membesarkan PKB di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Perspektif tersebut juga berkaitan dengan keberadaan Fraksi PKB di DPRD Pati. Regenerasi di tubuh partai diharapkan tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi mampu menghasilkan kader yang memahami persoalan masyarakat dan kelak siap mengambil peran lebih besar dalam ruang politik.
Musyawarah Anak Cabang PAC PKB yang berlangsung di lima dapil menjadi salah satu ruang untuk memperkuat proses tersebut. Konsolidasi dilakukan di 21 kecamatan, dengan pengurus baru diharapkan mampu memperkuat komunikasi partai hingga tingkat masyarakat paling bawah.
Kehadiran anggota DPRD Pati dari Fraksi PKB dalam proses tersebut juga menunjukkan bahwa kaderisasi tidak dapat dilepaskan dari kerja politik di parlemen. Struktur partai dan para legislator memiliki ruang yang sama untuk memastikan aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian utama perjuangan PKB.
Muhammadun mengingatkan bahwa politik pada akhirnya harus memiliki manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kader yang tumbuh dari proses regenerasi harus memiliki kemampuan membaca persoalan sekaligus mencari jalan keluarnya.
Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan tagline PKB sebagai “solusi bangsa”. Kalimat tersebut tidak boleh berhenti sebagai identitas politik, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja nyata.
“‘Solusi bangsa’ itu tidak hanya sebatas kata-kata. Ini harus dimaknai sebagai komitmen PKB untuk terus berada dan berkembang bersama masyarakat,” jelasnya.
Dari tingkat desa hingga nasional, kader PKB diharapkan mampu membawa persoalan masyarakat ke dalam ruang pengambilan kebijakan. Di titik inilah regenerasi menjadi lebih dari sekadar pergantian nama dalam struktur kepengurusan.
Regenerasi diposisikan sebagai investasi politik jangka panjang. Kader muda mendapatkan ruang untuk tumbuh, sementara kader senior tetap menjadi sumber pengalaman. Keduanya diharapkan berjalan beriringan untuk menjaga keberlanjutan PKB sekaligus memperkuat fungsi politik partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Komitmen kita adalah terus mencari solusi aneka persoalan bangsa. Mulai dari tingkat desa sampai nasional,” pungkas Muhammadun.
(ADV)













