PATI — Kekeringan mulai menjadi persoalan serius bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. Sedikitnya empat kecamatan, yakni Pucakwangi, Jaken, Jakenan, dan Winong, mulai menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat sumur warga yang mengalami penyusutan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Pati, Suharmanto. Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh menunggu hingga kondisi warga semakin sulit.
Ia menyebut sejumlah warga kini harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli air hingga mengandalkan bantuan tangki dari pemerintah desa maupun relawan.
“Di Pucakwangi, Jaken, Jakenan dan Winong sudah mulai mengalami kekeringan. Banyak sumur warga yang airnya sudah surut,” ujar Suharmanto.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, distribusi air bersih perlu segera dilakukan terutama ke desa-desa yang kondisi sumber airnya paling kritis.
“Kebutuhan air bersih ini mendesak. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak maupun kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Suharmanto pun mendorong Pemkab Pati melalui BPBD dan Dinas Sosial agar mempercepat pendistribusian bantuan air bersih. Penyaluran, kata dia, perlu berdasarkan pemetaan wilayah sehingga daerah yang paling membutuhkan mendapat prioritas.
“Kami minta segera ada droping air bersih. Utamakan desa-desa yang paling kritis dulu, kemudian secara bertahap ke wilayah lainnya,” tegasnya.
Tak hanya pemerintah daerah, pemerintah desa juga diminta berperan aktif dengan melakukan pendataan warga terdampak. Pendataan tersebut dinilai penting agar distribusi bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan air.
Namun, Suharmanto menilai droping air bersih hanya menjadi solusi sementara. Persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau membutuhkan pembangunan infrastruktur air secara berkelanjutan.
“Kalau hanya mengandalkan droping terus, masalah ini tidak akan selesai. Harus ada infrastruktur air yang bisa dimanfaatkan masyarakat setiap musim kemarau,” jelasnya.
Ia mengusulkan pembangunan sumur bor dan embung di kawasan yang selama ini menjadi langganan kekeringan. Selain itu, dukungan pemerintah pusat juga dinilai diperlukan, khususnya melalui program penyediaan air bersih dan pembangunan infrastruktur irigasi.
“Wilayah selatan Pati ini memang langganan kekeringan. Karena itu, persiapan harus dilakukan sejak sekarang agar ketika kemarau datang masyarakat tidak kembali mengalami kesulitan air,” pungkas Suharmanto.
(ADV)













