Pekan Kreasi Pati 2026 Dibuka Meriah, Ribuan Warga Padati Alun-Alun dan Dongkrak Potensi UMKM

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati pada Sabtu malam (1/8/2026) dalam pembukaan resmi Pekan Kreasi Pati 2026. Perhelatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati itu berlangsung semarak dengan menghadirkan pameran UMKM, pertunjukan seni, kuliner, hingga Grand Final Duta Wisata Kabupaten Pati 2026.

Suasana alun-alun dipenuhi pengunjung yang berburu aneka produk unggulan daerah, menikmati sajian kuliner, menyaksikan hiburan musik dan tari, hingga berfoto bersama para cosplayer yang turut memeriahkan acara.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan Pekan Kreasi Pati menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas promosi produk unggulan lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Dengan Pekan Kreasi Pati, kami harapkan produk-produk UMKM lokal ini bisa go international. Banyak sekali produk UMKM Kabupaten Pati yang luar biasa dan berkualitas bagus, seperti jeruk pamelo dan kelapa kopyor,” ujar Chandra kepada awak media.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan alun-alun mengalami kepadatan. Atas kondisi tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun jajaran kepolisian yang telah mengatur kelancaran arus kendaraan selama penyelenggaraan acara.

Chandra menegaskan, kegiatan yang berfokus pada pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif seperti Pekan Kreasi Pati akan terus didorong menjadi agenda rutin tahunan. Selain itu, penyelenggaraan tahun ini juga menghidupkan kembali ajang pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pati yang sempat vakum selama tujuh tahun.

Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad, menjelaskan Pekan Kreasi Pati 2026 digelar selama enam hari, mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Sebanyak 150 stan pameran turut meramaikan kegiatan tersebut dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, kementerian, lembaga keuangan, BUMN, serta pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Iqbal menjelaskan konsep yang diusung mengedepankan kolaborasi hexahelix, yakni sinergi antara akademisi, pelaku usaha, pemerintah, media, komunitas, dan lembaga keuangan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati.

“Fokus kami adalah bagaimana ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari akademisi, bisnis, pemerintah, media, komunitas, hingga lembaga keuangan, bersatu padu dalam konsep hexahelix. Jadi UMKM-nya jalan, bisnisnya jalan, dan pemerintahannya juga mendukung,” katanya.

Ia menambahkan, dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang ada secara nasional, sebanyak 12 subsektor tampil dalam Pekan Kreasi Pati tahun ini. Selain pameran produk dan kuliner, pengunjung juga disuguhi pertunjukan musik dari pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Pati serta kolaborasi seni tari dari Pati Movement.

Tak hanya menarik perhatian masyarakat Pati dan daerah sekitar, ajang tersebut juga didatangi pengunjung dari berbagai kota seperti Semarang, Tegal, hingga Jakarta. Bahkan, panitia mencatat kehadiran tamu dari Palembang, Maluku, serta wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat yang turut menikmati ragam produk dan budaya lokal.

Panitia juga akan melakukan rekapitulasi transaksi setiap hari untuk mengukur nilai ekonomi yang dihasilkan selama penyelenggaraan. Dampak ekonomi dari Pekan Kreasi Pati diyakini tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM di area pameran, tetapi juga sektor perhotelan, kuliner, dan usaha jasa lainnya di Kabupaten Pati.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *