Lima Tanggul Kritis Diusulkan DPUTR Pati untuk Diperbaiki Permanen

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengusulkan perbaikan permanen terhadap sejumlah tanggul sungai yang kerap jebol saat puncak musim hujan. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Pati, Widyotomo Kusdiyanto, mengatakan ada beberapa titik tanggul yang dinilai cukup kritis dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

“Ada beberapa tanggul yang kondisinya cukup parah dan sudah kami ajukan ke BBWS untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Adapun lima lokasi yang diusulkan meliputi tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, serta Sungai Kuro di Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso. Selain itu, tanggul Sungai Lengkowo di Desa Dadirejo dan Sungai Ngeluk di Desa Langse, keduanya di Kecamatan Margorejo, serta Sungai Dunglo di wilayah Kecamatan Sukolilo.

Widyo menjelaskan, tanggul-tanggul tersebut sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat banjir dan telah diperbaiki oleh Pemkab Pati. Namun, perbaikan yang dilakukan masih bersifat darurat sehingga belum mampu memberikan perlindungan maksimal dalam jangka panjang.

“Penanganan kemarin masih menggunakan sandbag atau karung pasir. Itu sifatnya hanya sementara, belum permanen,” jelasnya.

Menurutnya, kewenangan perbaikan permanen berada di BBWS Pemali Juwana, sehingga pihak daerah hanya dapat mengusulkan dan mendorong percepatan realisasi.

Ia menambahkan, tanggul darurat memiliki keterbatasan daya tahan, terutama jika kembali terjadi banjir dengan debit besar. Dalam kondisi normal, tanggul tersebut diperkirakan hanya mampu bertahan satu hingga dua tahun.

“Kalau tidak ada banjir besar mungkin masih bisa bertahan satu sampai dua tahun. Tapi kalau debit tinggi, tentu berisiko jebol lagi,” tandasnya.

Pemkab Pati berharap usulan tersebut segera mendapat persetujuan agar penanganan permanen bisa direalisasikan, sehingga risiko banjir akibat tanggul jebol dapat diminimalkan di masa mendatang.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *