Normalisasi Sungai Butuh Rp2 Triliun, DPRD Pati Soroti Minimnya Realisasi dari Pusat

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Upaya penanganan banjir tahunan di Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD setempat, Ali Badrudin, menegaskan bahwa solusi efektif hanya bisa dicapai melalui normalisasi sungai secara menyeluruh, bukan parsial.

Menurutnya, tanpa dukungan penuh dari pemerintah pusat, persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun akan sulit diatasi secara tuntas. Hal ini mengingat kebutuhan anggaran yang sangat besar, mencapai sekitar Rp2 triliun.

“Usulan normalisasi sungai secara total sebenarnya sudah pernah kami ajukan sejak kepemimpinan bupati sebelumnya. Namun hingga kini belum ada realisasi, sehingga kami hanya bisa menunggu,” ujarnya.

Ali menjelaskan, wacana normalisasi total sebenarnya bukan hal baru. Bahkan sejak 2010, Balai Besar Wilayah Sungai telah menggagas rencana tersebut, meski tidak pernah berlanjut ke tahap pelaksanaan.

Pada 2012, lanjutnya, kebutuhan anggaran juga pernah dipaparkan dengan estimasi sekitar Rp1,1 triliun. Namun hingga kini, rencana tersebut tetap belum terealisasi.

Ia mengakui keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu kendala utama. Pemkab hanya mampu mengusulkan program atau melakukan langkah alternatif seperti pembuatan sungai tembusan atau sudetan.

“Ini memang membutuhkan biaya besar yang tidak bisa ditanggung daerah. Harus ada kesadaran dari pemerintah pusat, apalagi masyarakat Pati setiap tahun selalu terdampak banjir,” tegasnya.

Ali juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum maupun BBWS. Bahkan, berbagai pemaparan telah dilakukan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.

Ia menekankan bahwa normalisasi sungai tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah karena justru berpotensi memperparah kondisi banjir. Terlebih, Sungai Juwana yang menjadi penopang aliran dari empat kabupaten harus menjadi prioritas utama.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, baik daerah maupun pusat. Saya yakin banjir bisa teratasi jika normalisasi dilakukan secara menyeluruh,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *