PATI, suarakabar.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar menjaga integritas dan menghindari gaya hidup mewah yang dipamerkan di ruang publik. Pesan tersebut disampaikan saat pelantikan 79 pejabat administrator dan pengawas di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (22/10/2026).
Chandra menilai, pejabat pemerintah harus mampu menunjukkan sikap yang selaras dengan kondisi masyarakat. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, aparatur diminta lebih mengutamakan pengabdian daripada mempertontonkan kemewahan.
Ia juga menekankan bahwa transparansi menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
“Sekarang ini harus berubah, selalu saya bicarakan. Semua serba transparan. Tetap jaga integritas sebagai ASN. Kami harapkan jangan ada flexing pejabat, mengingat kondisi ekonomi masyarakat belum baik,” tegasnya.
Menurut Chandra, pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi pergantian personel dalam struktur pemerintahan. Pengisian jabatan juga ditujukan untuk mengatasi kekosongan posisi sekaligus memberikan penyegaran agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan lebih optimal.
Ia menyebut, proses pengisian jabatan telah direncanakan sebelumnya dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan keberlangsungan pelayanan publik.
“Banyak kekosongan, ini memang sudah dijadwalkan. Banyak yang kosong dan juga bagian dari penyegaran,” ujarnya.
Selain menyoroti perilaku pejabat, Chandra mendorong penguatan integritas melalui pendampingan dan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pati untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Pendampingan tersebut diarahkan kepada berbagai unsur pemerintahan, mulai dari kepala desa, camat, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
“Pemkab selalu mengundang KPK ke Pati untuk pendampingan. Semua untuk kepentingan masyarakat Pati, semua unsur, kepala desa, camat, kepala OPD. Intinya kami ingin meningkatkan integritas,” ungkap Chandra.
Ia berharap pejabat yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Menurutnya, setiap kebijakan maupun keputusan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
“Kita punya tujuan sama, memberikan pengabdian kepada masyarakat Pati,” imbuhnya.
Sebanyak 79 pejabat yang dilantik menempati berbagai posisi strategis di lingkungan Pemkab Pati. Jabatan tersebut meliputi camat, sekretaris dinas, kepala bagian, kepala bidang, sekretaris kecamatan, kepala seksi, kepala subbagian, hingga kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
Sejumlah nama yang dilantik sebagai camat di antaranya Eko Purwantoro sebagai Camat Juwana, Eko Budi Santosa sebagai Camat Gabus, Taufan Wicaksono sebagai Camat Jaken, Ponco Arianto sebagai Camat Sukolilo, dan Udi Harsilo Nugroho sebagai Camat Winong.
Selain itu, Mimpi Arde Area dipercaya sebagai Camat Pucakwangi, Wahyu Wuriyanto sebagai Camat Pati, Bambang Setyo Utomo sebagai Camat Tambakromo, Sugiharto sebagai Camat Kayen, Muhammad Roni sebagai Camat Tlogowungu, serta Bisma Susila Utama sebagai Camat Cluwak.
Melalui pelantikan ini, Pemkab Pati berharap pengisian jabatan mampu memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penekanan terhadap integritas, transparansi, dan profesionalisme pun menjadi pesan utama bagi para pejabat dalam menjalankan amanah pemerintahan.













