PATI, suarakabar.co.id – Joni Kurnianto kembali dipercaya memimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati untuk periode 2026-2031. Kepastian tersebut ditandai dengan diterimanya surat keputusan (SK) kepengurusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Penyerahan SK berlangsung di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (20/10/2026). Joni hadir bersama seluruh ketua DPC terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah yang mendapat panggilan khusus dari pengurus pusat.
Sebelum menerima SK, para ketua DPC terpilih terlebih dahulu diwajibkan menandatangani pakta integritas. Dokumen tersebut memuat komitmen terkait kepatuhan terhadap hukum, loyalitas terhadap partai, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah kepemimpinan di daerah.
Joni menjelaskan, seluruh ketua DPC harus mengikuti tahapan tersebut sebagai bagian dari komitmen organisasi.
“Seperti biasa, isinya yang penting masalah hukum dan segala macam. Kita semua tanda tangan dan cap jempol juga,” kata Joni yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Pati.
Kembali ditunjuk memimpin Demokrat Pati bukanlah hal baru bagi Joni. Sosok yang dikenal masyarakat sebagai Bapaknya PKL Pati itu mengaku telah menakhodai partai berlambang Mercy tersebut sejak 2007.
Pengalaman hampir dua dekade itu menjadi modal baginya untuk melanjutkan konsolidasi sekaligus memperkuat mesin partai hingga tingkat paling bawah.
Bahkan, sebelum SK kepengurusan periode terbaru diterima, Joni mengaku telah lebih dahulu bergerak melakukan pembenahan organisasi. Bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kartina Sukawati, ia menyambangi 21 kecamatan yang terbagi dalam lima daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Pati.
Kegiatan tersebut difokuskan pada evaluasi dan penataan kepengurusan, mulai dari tingkat ranting hingga anak ranting. Selain itu, pendataan calon saksi untuk tempat pemungutan suara (TPS) juga mulai dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kami selalu muter ke bawah, mencari ranting dan anak ranting. Kita evaluasi terus, bahkan sampai saksi pun sudah kita data,” ungkapnya.
Menurut Joni, penguatan struktur partai perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi kepengurusan di lapangan terus mengalami perubahan. Sejumlah pengurus diketahui meninggal dunia, berusia lanjut, hingga memilih mengundurkan diri.
Situasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melakukan regenerasi. Joni menyebut pihaknya mulai memberi ruang lebih besar kepada kader-kader muda agar dapat terlibat aktif dalam membesarkan partai.
Kehadiran generasi baru diharapkan mampu menghadirkan energi segar, meningkatkan militansi kader, serta memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat desa.
Dengan diterimanya SK kepengurusan yang baru, Joni kini bersiap mengarahkan seluruh jajaran Demokrat Pati untuk menghadapi agenda politik berikutnya. Ia menargetkan partainya mampu meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029, baik untuk pemilihan legislatif tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Tak hanya itu, Demokrat Pati juga menargetkan kemenangan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Joni optimistis target tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh kader mampu menjaga kekompakan dan terus bekerja langsung di tengah masyarakat.
“Teman-teman semuanya bersemangat. Yang penting ke depan 2029 kita maksimal untuk menang,” pungkasnya.
(ADV)













