DPRD Pati Dorong Pemkab Optimalkan Jeruk Pamelo sebagai Ikon Bumi Mina Tani

  • Bagikan
banner 468x60

PATI — Pemerintah Kabupaten Pati didorong untuk lebih serius mengembangkan potensi jeruk Pamelo sebagai salah satu komoditas unggulan sekaligus identitas daerah. Pengembangan dinilai tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu menyentuh aspek pemasaran, pengolahan hingga penguatan merek.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan jeruk Pamelo memiliki potensi besar untuk diangkat sebagai ikon hasil bumi Kabupaten Pati. Komoditas tersebut dinilai memiliki karakteristik yang mampu menjadi pembeda sekaligus memperkuat citra Pati sebagai daerah penghasil produk pertanian.

“Jeruk Pamelo adalah salah satu produk alam khas Bumi Mina Tani. Pemerintah bisa fokus mengangkat potensi ini karena sudah menjadi ikon Kabupaten Pati,” ujar Mukit.

Menurut politikus Partai Demokrat itu, pengembangan jeruk Pamelo berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di sektor pengolahan dan perdagangan.

Terlebih, jeruk Pamelo Pati dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk serupa dari daerah lain. Karena itu, diperlukan strategi agar keunggulan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kalau kita kelola dengan baik, jeruk Pamelo bisa menjadi daya tarik wisata agro sekaligus produk ekspor. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” jelasnya.

Mukit mendorong Pemkab Pati menyusun program pengembangan yang lebih terarah. Program tersebut dapat mencakup pembinaan petani, penyediaan bibit berkualitas, peningkatan teknik budidaya hingga pendampingan setelah panen.

Selain produksi, sektor hilir juga dinilai perlu mendapatkan perhatian. Jeruk Pamelo tidak harus selalu dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Misalnya dibuat jus, manisan, atau produk UMKM lainnya. Nilai ekonominya akan jauh lebih tinggi dan bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun branding jeruk Pamelo Pati. Identitas produk yang kuat diyakini dapat membuat komoditas tersebut lebih mudah dikenali konsumen, baik di pasar regional, nasional maupun peluang pasar internasional.

“Kalau ikonnya jelas, orang akan ingat Pati karena jeruk Pamelo. Ini yang harus kita bangun bersama,” ungkapnya.

Menurut Mukit, penguatan branding juga harus diikuti dengan perbaikan kualitas kemasan, pemasaran digital, sertifikasi produk serta pengembangan jaringan distribusi. Dengan demikian, jeruk Pamelo tidak hanya dikenal sebagai hasil bumi lokal, tetapi mampu memiliki posisi sebagai produk unggulan daerah.

Ia berharap pengembangan komoditas tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku UMKM, hingga dunia usaha. Sinergi diperlukan agar potensi yang sudah dimiliki Pati tidak berhenti sebagai komoditas pertanian, tetapi berkembang menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.

“Ini saatnya kita serius menggarap potensi lokal. Jeruk Pamelo bisa menjadi kebanggaan baru di Kota Bumi Mina Tani,” pungkas Mukit.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *