Puskesmas Gembong di Antara Bau Pasar: DPRD Pati Dorong Relokasi Demi Layanan yang Lebih Manusiawi

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Setiap pagi, bau menyengat dari pasar tradisional Gembong menyeruak hingga ke ruang-ruang perawatan Puskesmas. Bagi warga yang tengah berjuang melawan sakit, kondisi itu jelas bukan penunjang kesembuhan—melainkan gangguan yang memprihatinkan.

Itulah realita yang dihadapi Puskesmas Gembong saat ini. Berada tepat di depan pasar, fasilitas rawat inap puskesmas tersebut tak jarang menjadi keluhan warga. Situasi ini pun mendapat sorotan serius dari Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo.

“Teman-teman bisa melihat sendiri, Puskesmas rawat inap kok depannya pasar. Baunya luar biasa. Mau sehat bagaimana rakyatnya, kalau tempatnya saja tidak memadai?” ujar Teguh dengan nada prihatin namun penuh ketegasan.

Teguh menyebut, relokasi Puskesmas Gembong bukan lagi sekadar wacana. Program ini sejatinya telah dirancang beberapa tahun lalu melalui skema tukar guling tanah antara pemerintah daerah dan desa. Namun, prosesnya terhambat oleh sejumlah kendala, mulai dari teknis hingga administratif.

Kini, Komisi D berkomitmen menghidupkan kembali rencana tersebut. Dorongan untuk segera memindahkan lokasi puskesmas dinilai sebagai langkah strategis guna menghadirkan layanan kesehatan yang lebih layak, nyaman, dan manusiawi.

“Kami tidak ingin masyarakat terus dirugikan. Komisi D akan mendorong percepatan relokasi ini, bekerja sama dengan Badan Anggaran dan tim TAPD agar anggaran dan prosesnya segera berjalan,” kata Teguh.

Targetnya jelas: dalam dua tahun ke depan, Puskesmas Gembong harus sudah berpindah ke lokasi baru yang lebih representatif. Dengan lingkungan yang bersih dan tenang, Teguh yakin kualitas layanan terutama rawat inap akan meningkat drastis.

Bagi warga Gembong, relokasi ini bukan sekadar pemindahan gedung. Ini adalah harapan akan layanan kesehatan yang lebih bermartabat. Sementara itu, Komisi D DPRD Pati memastikan, mereka akan terus mengawal proses ini hingga tuntas.

Karena di balik gedung pelayanan kesehatan, ada nyawa-nyawa yang menggantungkan harapan agar sembuh, agar hidupnya bisa kembali normal.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *