Polisi Jaga Ketat Rapat Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Ada suasana berbeda pada rapat Panitia Khusus (Pansus) hak angket pemakzulan Bupati Pati yang digelar di Gedung DPRD Pati, Rabu (3/9/2025). Sejak pagi, ratusan personel Polresta Pati disiagakan untuk melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi rapat.

Personel kepolisian tampak berjaga mulai dari gerbang utama DPRD Kabupaten Pati hingga Ruang Badan Anggaran yang digunakan untuk rapat pansus. Bahkan, sejumlah anggota polisi dibekali dengan gas air mata untuk mengantisipasi potensi kericuhan.

“Personel yang disiagakan di depan sekitar 120 personel. Ini demi menjaga keamanan agar kondusif. Jumlahnya lebih banyak karena situasi sekarang ini di mana sering terjadi hal-hal yang tak kondusif,” ujar Kasat Samapta Polresta Pati, AKP Ali Mahmudi.

Selain pengamanan, polisi juga menerapkan pembatasan ketat bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung jalannya rapat. Setiap tamu yang hadir harus melalui proses screening dan pemeriksaan.

“Tujuannya agar pansus ini jangan sampai ditunggangi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Maka kita lakukan pembatasan, ada screening, ada pemeriksaan,” tegas Ali Mahmudi.

Adapun kelompok masyarakat yang diizinkan masuk antara lain Aliansi Masyarakat Pati Cinta Damai, Masyarakat Pati Bersatu, Solidaritas Sekdes, serta perwakilan media. Masing-masing kelompok hanya diperbolehkan mengirim sekitar 10 orang perwakilan.

“Dengan adanya kesepakatan dengan Setwan, semuanya kita batasi. Mengingat situasi yang berkembang saat ini, di mana di beberapa daerah terjadi rusuh massa, kami antisipasi agar Gedung DPRD khususnya dan Pati pada umumnya tetap aman,” pungkasnya.Polisi Jaga Ketat Rapat Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati

PATI – Ada suasana berbeda pada rapat Panitia Khusus (Pansus) hak angket pemakzulan Bupati Pati yang digelar di Gedung DPRD Pati, Rabu (3/9/2025). Sejak pagi, ratusan personel Polresta Pati disiagakan untuk melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi rapat.

Personel kepolisian tampak berjaga mulai dari gerbang utama DPRD Kabupaten Pati hingga Ruang Badan Anggaran yang digunakan untuk rapat pansus. Bahkan, sejumlah anggota polisi dibekali dengan gas air mata untuk mengantisipasi potensi kericuhan.

“Personel yang disiagakan di depan sekitar 120 personel. Ini demi menjaga keamanan agar kondusif. Jumlahnya lebih banyak karena situasi sekarang ini di mana sering terjadi hal-hal yang tak kondusif,” ujar Kasat Samapta Polresta Pati, AKP Ali Mahmudi.

Selain pengamanan, polisi juga menerapkan pembatasan ketat bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung jalannya rapat. Setiap tamu yang hadir harus melalui proses screening dan pemeriksaan.

“Tujuannya agar pansus ini jangan sampai ditunggangi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Maka kita lakukan pembatasan, ada screening, ada pemeriksaan,” tegas Ali Mahmudi.

Adapun kelompok masyarakat yang diizinkan masuk antara lain Aliansi Masyarakat Pati Cinta Damai, Masyarakat Pati Bersatu, Solidaritas Sekdes, serta perwakilan media. Masing-masing kelompok hanya diperbolehkan mengirim sekitar 10 orang perwakilan.

“Dengan adanya kesepakatan dengan Setwan, semuanya kita batasi. Mengingat situasi yang berkembang saat ini, di mana di beberapa daerah terjadi rusuh massa, kami antisipasi agar Gedung DPRD khususnya dan Pati pada umumnya tetap aman,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *