Pemkab Pati Luncurkan TEMPAYAN BU HARTI, Perkuat Pemantauan Ibu Hamil Risiko Tinggi

  • Bagikan
PLT Bupati RIsma Ardhi Chandra
banner 468x60

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus memperkuat upaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui peluncuran TEMPAYAN BU HARTI (Sistem Pemantauan dan Pelayanan Ibu Hamil Risiko Tinggi). Inovasi yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Pati tersebut resmi diluncurkan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/7), sebagai langkah memperkuat deteksi dini dan penanganan ibu hamil berisiko tinggi berbasis sistem digital.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa penurunan angka kematian ibu merupakan salah satu prioritas pembangunan di bidang kesehatan yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah hingga masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, pada tahun lalu Kabupaten Pati mencatat 13 kasus kematian ibu. Sementara hingga Juli tahun ini, jumlahnya telah mencapai sembilan kasus sehingga diperlukan langkah yang lebih cepat dan terintegrasi untuk mencegah bertambahnya angka tersebut.

“Angka kematian ibu di Kabupaten Pati masih menjadi perhatian serius. Tahun lalu tercatat 13 kasus, dan hingga Juli tahun ini sudah mencapai 9 kasus. Melalui TEMPAYAN BU HARTI, saya berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memantau ibu hamil risiko tinggi agar angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan,” ujar Chandra.

Menurutnya, keberadaan aplikasi TEMPAYAN BU HARTI akan memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan terhadap ibu hamil berisiko tinggi secara lebih cepat dan terukur. Karena itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan penginputan data secara akurat dan real-time agar setiap potensi risiko dapat segera ditindaklanjuti.

“Data yang akurat dan diperbarui secara real-time akan membantu pengambilan keputusan secara cepat. Dengan begitu, ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus bisa segera mendapatkan pelayanan,” tegasnya.

Selain penguatan sistem digital, Chandra juga menekankan pentingnya edukasi kepada ibu hamil beserta keluarganya agar rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, termasuk layanan digital melalui aplikasi JKN.

“Pelayanan kesehatan harus semakin mudah dijangkau masyarakat. Edukasi kepada ibu hamil dan keluarga harus terus diperkuat agar mereka memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” katanya.

Ia turut mengapresiasi inovasi pelayanan kesehatan sore dan malam yang telah dijalankan sejumlah Puskesmas di Kabupaten Pati. Menurutnya, inovasi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk memperoleh layanan kesehatan.

“Saya juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan agar terus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, profesional, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan masyarakat. Inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tandasnya.

Melalui peluncuran TEMPAYAN BU HARTI, Pemerintah Kabupaten Pati berharap pemantauan ibu hamil risiko tinggi semakin optimal, koordinasi lintas sektor semakin kuat, serta angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan melalui pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Pati, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, kepala perangkat daerah terkait, para camat, Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta para bidan dan tenaga kesehatan, perwakilan Puskesmas dan rumah sakit, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *