PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan potensi besar Kabupaten Pati harus dikemas secara kreatif agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Jateng Creative Forum di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/8/2026), sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu, Chandra mengatakan Jateng Creative Forum juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pati untuk meminta arahan dari Plt Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif agar sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Pati semakin berkembang.
“Kegiatan hari ini adalah Creative Forum yang dihadiri Pak Plt Deputi. Kami meminta arahan dari Pak Deputi Ekraf supaya perekonomian kreatif di Kabupaten Pati ini bisa terus berkembang,” ujar Chandra.
Ia menilai Kabupaten Pati memiliki kekuatan di berbagai sektor yang dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif. Mulai dari produk pertanian, perkebunan, hingga perikanan yang selama ini telah dikenal luas, namun masih membutuhkan inovasi dalam pengemasan dan pemasaran agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Banyak sekali potensi daerah Kabupaten Pati yang bisa kita kembangkan. UMKM-nya bisa go nasional dan go internasional. Banyak sekali potensi-potensi di Kabupaten Pati ini yang bisa di-packaging, dikemas supaya dikenalkan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Chandra menyebut sejumlah komoditas unggulan Pati seperti jeruk Pamelo, durian Musang King dan Black Thorn, hingga kelapa kopyor memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas. Bahkan, menurutnya, kelapa kopyor asal Pati sudah memiliki permintaan yang tinggi dari luar daerah, terutama Jakarta.
“Kita punya pertanian, kita punya jeruk Pamelo, kita punya durian Musang King Black Thorn, kita punya kelapa kopyor. Kelapa kopyor Pati ini juga sudah sangat terkenal dan banyak permintaan di luar Kabupaten Pati, khususnya di Jakarta,” ungkapnya.
Selain sektor pertanian, Chandra juga menyoroti besarnya potensi perikanan di Kabupaten Pati. Ia mendorong agar hasil perikanan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai tambah, seperti makanan ringan maupun produk olahan modern yang diminati pasar.
“Potensi perikanan Pati juga besar sekali. Ini bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kekinian. Produk perikanan kita juga sudah banyak yang diekspor dan di Kabupaten Pati ada banyak perusahaan yang bergerak di industri pengalengan (canning),” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan potensi daerah. Transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Generasi Z dan Generasi Alpha harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif. Mereka dekat dengan teknologi dan memiliki kreativitas yang bisa membawa produk Pati naik kelas,” ujarnya.
Chandra juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM. Menurutnya, sertifikasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar.
Selain itu, ia kembali mencontohkan program pertanian “1 Hektar 10 Ton”, pertanian organik, hingga pengembangan durian Musang King dan Black Thorn di Kecamatan Gunungwungkal sebagai kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekraf, Agus Syarip Hidayat, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Pati dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kolaborasi.
Chandra berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dunia usaha, dan komunitas kreatif terus diperkuat.
Ia optimistis langkah tersebut dapat mengantarkan Kabupaten Pati kembali meraih predikat Kabupaten/Kota Kreatif pada 2026 sekaligus membawa produk dan kreativitas masyarakat Pati semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pokja II Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, Kadin, HIPMI, dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati. Adapun pesertanya adalah para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Pati.













