Hama Tikus Merebak di Pati Selatan, DPRD Desak Pemkab Segera Ambil Langkah Terpadu

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, menyoroti meningkatnya serangan hama tikus di wilayah Pati Selatan menjelang musim kemarau. Kondisi lahan pertanian yang banyak dibiarkan kosong akibat keterbatasan air dinilai menjadi pemicu berkembangnya populasi tikus secara masif.

Menurut Warsiti, sejumlah petani di wilayah selatan kesulitan bercocok tanam saat musim kemarau karena minimnya pasokan air. Akibatnya, banyak sawah tidak ditanami dan berubah menjadi sarang hama.

“Pati Selatan saat musim kemarau ini banyak hama tikus. Tanaman-tanaman tidak bisa ditanam, sehingga ini malah jadi sarang tikusnya,” ujar Warsiti.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pati segera mengambil tindakan konkret agar serangan hama tikus tidak semakin meluas dan merugikan petani. Menurutnya, persoalan ini perlu penanganan serius karena dapat mengancam produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Warsiti juga menyinggung bantuan pengendalian hama yang pernah dilakukan sebelumnya, seperti pemasangan rumah burung hantu hingga gropyokan atau perburuan tikus massal. Namun, ia menilai langkah tersebut belum cukup efektif jika dilakukan tanpa koordinasi yang matang.

“Bantuan kayak dulu itu kan ada, sarang burung hantu. Terus yang kemarin tuh gropyokan. Kayak gitu, kalau gropyokan itu saya rasa kurang efektif,” katanya.

Politisi perempuan tersebut menilai pengendalian hama tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia mempertanyakan apakah sudah ada langkah lanjutan yang disiapkan pemerintah daerah untuk mengatasi ledakan populasi tikus di wilayah selatan.

“Sudah ada obrolan terkait langkah selanjutnya belum?” tanyanya.

Komisi B DPRD Pati pun mendesak Dinas Pertanian dan instansi terkait segera merumuskan strategi pengendalian hama yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Warsiti menekankan pentingnya kombinasi berbagai metode, mulai dari gerakan serentak pemberantasan tikus, pemasangan rumah burung hantu, hingga dukungan sarana pertanian bagi petani.

Menurutnya, langkah terpadu sangat dibutuhkan agar petani di Pati Selatan tidak terus mengalami kerugian akibat serangan hama yang terus berulang setiap musim kemarau.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *