DPRD Pati Soroti Plaza Pragolo yang Kian Sepi, Komisi C Siapkan Evaluasi Bersama Pengelola

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Kondisi Plaza Pragolo di Kecamatan Margorejo yang kini tampak lengang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menilai aset daerah tersebut perlu segera dibenahi agar kembali berfungsi sebagai pusat perdagangan sekaligus etalase produk unggulan UMKM.

Saat meninjau langsung Plaza Pragolo, Joni mengaku prihatin melihat banyak kios yang sudah tidak lagi beroperasi. Menurutnya, pusat perbelanjaan yang dahulu menjadi tujuan masyarakat untuk berburu kuliner dan oleh-oleh khas Pati kini justru terlihat sepi.

“Awalnya saya ingin mencari oleh-oleh khas Pati untuk saudara, tetapi ternyata sekarang Plaza Pragolo kosong melompong. Sangat disayangkan melihat bangunan sebesar ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ungkap Joni.

Ia mengenang masa ketika Plaza Pragolo menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai produk lokal seperti Batik Bakaran, aneka makanan ringan, hingga kuliner legendaris seperti Sego Gandul, Sego Tewel, dan Ayam Opor Bu Saodah pernah memenuhi area tersebut. Bahkan, di lantai atas pernah beroperasi bioskop yang menjadi daya tarik tersendiri.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, lokasi Plaza Pragolo yang berada di jalur utama Pati-Kudus sebenarnya memiliki nilai strategis untuk menarik pengunjung maupun wisatawan yang melintas. Karena itu, ia menilai aset tersebut memiliki potensi besar apabila dikelola dengan konsep yang lebih menarik.

“Aset sebesar ini jangan sampai dibiarkan kehilangan fungsinya. Kalau dikelola dengan baik, Plaza Pragolo bisa kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus kebanggaan Kabupaten Pati,” katanya.

Joni menduga terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan para pedagang memilih meninggalkan Plaza Pragolo. Selain dampak penurunan jumlah pengunjung pascapandemi, biaya operasional hingga minimnya promosi dan kegiatan yang mampu menarik masyarakat juga dinilai menjadi penyebab.

Karena itu, Komisi C DPRD Pati berencana mengundang Dinas Perdagangan dan Perindustrian, pihak pengelola Plaza Pragolo, serta para pedagang dalam rapat dengar pendapat untuk mencari solusi bersama.

“Kami ingin mengetahui persoalan sebenarnya dari semua pihak. Setelah itu kita rumuskan langkah yang tepat agar Plaza Pragolo bisa hidup kembali,” ujarnya.

Sebagai salah satu alternatif, Joni mengusulkan agar Plaza Pragolo dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh khas Pati yang terintegrasi. Berbagai produk unggulan daerah seperti Batik Bakaran, Kain Troso, Bandeng Presto, Kacang Bawang, hingga aneka kuliner tradisional diharapkan dapat dipusatkan di satu lokasi sehingga memudahkan wisatawan maupun masyarakat.

“Kalau semua produk khas Pati tersedia di satu tempat, masyarakat luar daerah tidak perlu bingung mencari oleh-oleh. Cukup datang ke Plaza Pragolo,” jelasnya.

Ia menegaskan DPRD akan berperan sebagai fasilitator dalam mendorong kebangkitan Plaza Pragolo. Namun, menurutnya, keberhasilan revitalisasi tetap membutuhkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pati bersama pengelola agar aset daerah tersebut kembali produktif.

“Kami akan terus mengawal upaya ini. Harapannya Plaza Pragolo bisa kembali menjadi ikon perdagangan, pusat kuliner, sekaligus wadah bagi UMKM untuk berkembang,” pungkas Joni.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *