DPRD Pati Apresiasi Adhyaksa Cup 2026, Jadi Wadah Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Upaya menghidupkan kembali pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Pati mendapat perhatian dari DPRD Pati. Turnamen Adhyaksa Cup 2026 yang digelar PSSI Asosiasi Kabupaten (Askab) Pati bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati dinilai menjadi langkah positif untuk memperluas ruang kompetisi bagi pemain muda.

Turnamen tersebut mempertandingkan dua kelompok umur, yakni Kelompok Usia 10 Tahun (KU-10) dan Kelompok Usia 12 Tahun (KU-12). Ajang ini diikuti 43 klub, terdiri dari 24 tim KU-12 dan 19 tim KU-10.

Anggota DPRD Pati sekaligus Pembina PSSI Askab Pati, Joni Kurnianto, menilai keberadaan kompetisi usia dini sangat penting karena proses pembentukan pemain tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Anak-anak juga membutuhkan pengalaman bertanding dalam kompetisi yang terarah.

Menurutnya, Adhyaksa Cup dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun mental bertanding sekaligus melihat potensi pemain muda yang selama ini belum banyak mendapatkan kesempatan tampil.

“Ini awal yang bagus untuk sepak bola di Kabupaten Pati. Pesan saya tolong dijaga betul, terutama masalah etika dan pengamanan,” tegas Joni.

Ia mengatakan, pembinaan sepak bola usia dini harus dilakukan secara berkelanjutan. Kompetisi seperti Adhyaksa Cup diharapkan tidak berhenti pada perebutan gelar juara, tetapi menjadi bagian dari proses panjang untuk menyiapkan pemain yang memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter yang baik.

Joni juga menilai keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan turnamen menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola Pati. Kolaborasi antara PSSI Askab, Kejari, klub, pelatih, orang tua, hingga pemerintah daerah diperlukan agar pembinaan pemain muda memiliki arah yang jelas.

“Yang kita cari bukan hanya siapa yang menjadi juara. Lebih penting bagaimana anak-anak ini mendapatkan pengalaman, belajar sportif, dan terus berkembang,” ujarnya.

Antusiasme peserta sendiri cukup tinggi. Selain klub asal Pati, sejumlah tim dari luar daerah turut ambil bagian, di antaranya dari Kutai Kartanegara, Bojonegoro, dan Semarang.

Panitia juga menyiapkan total hadiah Rp40 juta untuk dua kelompok umur. Selain hadiah bagi juara, penghargaan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, serta kiper terbaik.

DPRD Pati berharap kompetisi semacam ini dapat terus digelar secara konsisten. Dengan semakin banyak turnamen usia dini, peluang menemukan talenta lokal yang nantinya mampu memperkuat Persipa Pati maupun berkiprah di level yang lebih tinggi dinilai akan semakin terbuka.

“Kalau pembinaannya konsisten, saya yakin dari Pati akan muncul pemain-pemain yang bisa bersaing lebih jauh. Karena itu kompetisi usia dini seperti ini harus terus dijaga,” pungkas Joni.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *