PATI – Keberadaan perpustakaan desa dinilai perlu diarahkan menjadi ruang belajar yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Tidak cukup hanya memiliki ruangan dan koleksi buku, perpustakaan juga harus mampu membuat warga tertarik datang, membaca, dan memanfaatkannya untuk menambah pengetahuan.
Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ihsan HC, mengatakan penguatan koleksi menjadi salah satu bagian penting untuk mewujudkan fungsi tersebut. Karena itu, ia menyambut baik gerakan donasi buku yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan.
Menurut Danu, keberagaman bahan bacaan akan menentukan sejauh mana perpustakaan mampu menjangkau masyarakat. Koleksi yang tersedia sebaiknya tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga dapat memberikan bacaan bagi orang tua, pemuda, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
“Perpustakaan desa harus punya daya tarik. Masyarakat datang bukan karena diwajibkan, tetapi karena merasa ada sesuatu yang mereka butuhkan di sana, baik untuk belajar, mencari informasi maupun menambah wawasan,” kata Danu.
Ia melihat perpustakaan sebagai salah satu fasilitas yang dapat mendekatkan budaya literasi dengan kehidupan sehari-hari. Letaknya yang berada di lingkungan desa membuat akses masyarakat terhadap bahan bacaan menjadi lebih mudah dibandingkan jika harus mencari sumber bacaan di tempat yang jauh.
Karena itu, Danu mendorong agar pengembangan perpustakaan desa dilakukan secara berkelanjutan. Penambahan buku melalui donasi, menurutnya, perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik sehingga koleksi tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau koleksinya bertambah, tentu harus dibarengi dengan pengelolaan dan kegiatan yang membuat masyarakat mau datang. Jadi perpustakaan jangan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang interaksi dan pembelajaran warga,” tuturnya.
Gerakan donasi buku yang dilakukan Pemkab Pati saat ini telah mengumpulkan sekitar 2.000 buku. Buku-buku tersebut nantinya menjadi bagian dari upaya membentuk embrio perpustakaan desa.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati Sukardi sebelumnya menyampaikan, tahap awal pengembangan tersebut menargetkan pemberian sekitar 200 buku untuk setiap desa dengan berbagai klasifikasi.
Danu berharap langkah tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan membaca di tingkat desa. Menurutnya, keberhasilan program literasi pada akhirnya bukan hanya diukur dari jumlah buku yang terkumpul, tetapi dari seberapa sering koleksi tersebut dimanfaatkan masyarakat.
(ADV)













