PATI – Upaya memperluas akses masyarakat terhadap bacaan dinilai tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan masyarakat melalui gerakan donasi buku menjadi salah satu langkah yang dapat memperkuat keberadaan perpustakaan, terutama di tingkat desa.
Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ihsan HC, mendorong masyarakat ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut. Menurutnya, sumbangan satu buku sekalipun dapat memberikan manfaat apabila dikumpulkan dan dikelola untuk memenuhi kebutuhan bacaan masyarakat.
Danu menyampaikan hal itu saat menghadiri pembukaan Festival Literasi yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati. Dalam kegiatan tersebut, ia turut menyerahkan donasi buku untuk mendukung pengembangan perpustakaan desa.
“Jangan melihat donasi buku hanya dari jumlahnya. Satu buku yang diberikan hari ini bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi banyak orang ketika ditempatkan di perpustakaan dan dibaca secara bergantian,” ujar Danu.
Ia menilai gerakan donasi juga dapat menjadi bentuk gotong royong masyarakat dalam membangun ekosistem literasi. Pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan kebijakan, sementara masyarakat ikut berkontribusi melalui koleksi bacaan yang masih layak digunakan.
Danu berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada momentum Festival Literasi. Menurutnya, perlu ada kesinambungan agar koleksi perpustakaan desa terus berkembang dan mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.
“Yang kita bangun bukan hanya jumlah koleksi, tetapi kebiasaan masyarakat untuk datang, membaca, mencari informasi, kemudian menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Gerakan donasi buku tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Pati Nomor 000.4/18/2026 tentang Gerakan Donasi Buku dalam rangka mendukung pendirian dan pengembangan perpustakaan desa.
Buku yang disumbangkan berupa buku nonpelajaran dalam kondisi baik dan layak baca. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan mendonasikan minimal satu buku.
Danu menambahkan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan tersebut, semakin besar pula peluang perpustakaan desa memiliki koleksi yang beragam dan dapat menjangkau kebutuhan bacaan berbagai kelompok masyarakat.
(ADV)













