Jarak Pengangkutan Sampah Jadi Kendala, DPRD Dorong TPA Baru di Pati Selatan

  • Bagikan
banner 468x60

PATI — Pengelolaan sampah di wilayah Pati selatan menghadapi persoalan jarak. Belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan tersebut membuat armada pengangkut harus membawa sampah menuju Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.

Kondisi ini membuat proses pengangkutan membutuhkan waktu lebih panjang. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Warjono, menilai jarak menjadi salah satu alasan penting mengapa keberadaan TPA di wilayah selatan perlu mulai dipikirkan.

Saat ini, kata Warjono, pembuangan sampah masih dipusatkan di TPA Sukoharjo.

“Untuk pembuangan sampah atau TPA masih dipusatkan di satu titik, yakni di Desa Sukoharjo,” ungkapnya.

Dari sudut pandang pelayanan, semakin jauh lokasi pembuangan maka semakin panjang pula waktu yang dibutuhkan armada untuk menyelesaikan satu kali perjalanan. Akibatnya, efektivitas pengangkutan sampah dari wilayah selatan berpotensi ikut terdampak.

Tidak hanya waktu, perjalanan dengan jarak yang lebih jauh juga membuat kebutuhan bahan bakar meningkat. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, biaya operasional pengelolaan sampah juga menjadi lebih besar.

Warjono mengatakan persoalan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari kebutuhan infrastruktur persampahan. Pemerintah daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan satu lokasi apabila volume sampah terus bertambah.

Ia mendorong adanya kajian untuk mencari kemungkinan lokasi TPA baru di kawasan Pati selatan. Kajian tersebut penting agar pembangunan nantinya tidak dilakukan secara terburu-buru dan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

“Kalau ada TPA di Pati selatan, jarak pengangkutan bisa lebih pendek. Ini tentu akan membantu efisiensi pelayanan sekaligus mengurangi beban TPA Sukoharjo,” jelasnya.

Menurut Warjono, kebutuhan tersebut semakin relevan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan permukiman. Karena itu, pembahasan mengenai fasilitas persampahan baru perlu mulai dimasukkan dalam perencanaan pemerintah daerah.

Ia berharap persoalan jarak pengangkutan tidak terus menjadi kendala dalam pelayanan kebersihan masyarakat. Dengan distribusi fasilitas yang lebih merata, pengelolaan sampah di Kabupaten Pati diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *