Irianto Budi Utomo Soroti Tingginya Angka Kecelakaan di Pati, Minta Kesadaran Pengendara Ditingkatkan

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Pati sepanjang tahun 2025. Politikus Fraksi Gerindra itu menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Berdasarkan data yang ia paparkan, sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 1.518 kejadian kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut, total korban mencapai 2.055 orang.

Rinciannya, sebanyak 2.021 orang mengalami luka ringan, tidak ada korban luka berat, dan 34 orang meninggal dunia.

“Sebanyak 34 nyawa melayang dalam satu tahun merupakan angka yang sangat memprihatinkan. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas bersama,” ujar Irianto.

Menurutnya, tingginya jumlah korban luka ringan menunjukkan masih banyak kecelakaan yang dipicu oleh kelalaian sederhana yang sebenarnya dapat dicegah. Mulai dari tidak menggunakan helm, melanggar rambu lalu lintas, hingga kurangnya kewaspadaan saat berkendara.

Ia menegaskan bahwa upaya menekan angka kecelakaan tidak bisa hanya mengandalkan penegakan aturan semata. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas juga harus terus ditingkatkan.

Selain faktor pengendara, Irianto juga menyoroti pentingnya perbaikan sarana dan prasarana pendukung keselamatan jalan. Ia meminta instansi terkait untuk lebih responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat, seperti lampu penerangan jalan yang mati, marka jalan yang mulai pudar, rambu-rambu yang rusak atau hilang, hingga titik-titik jalan yang dinilai rawan kecelakaan.

“Pemerintah harus memastikan seluruh fasilitas keselamatan jalan berfungsi dengan baik. Namun di sisi lain, masyarakat juga harus disiplin. Infrastruktur yang bagus tidak akan berarti jika pengendaranya masih mengabaikan aturan,” tegasnya.

Irianto mencontohkan kebiasaan buruk sebagian pengendara sepeda motor yang kerap menyalakan lampu sein tidak sesuai arah tujuan. Menurutnya, tindakan yang terlihat sepele tersebut dapat memicu kecelakaan, terutama di persimpangan maupun tikungan jalan.

“Kita masih sering menemukan pengendara yang menyalakan sein kiri tetapi justru berbelok ke kanan atau sebaliknya. Kebiasaan seperti ini sangat berbahaya karena dapat membingungkan pengguna jalan lain dan berpotensi menyebabkan tabrakan,” jelasnya.

Ia berharap angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati dapat terus ditekan melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“34 nyawa yang hilang dalam setahun adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Saya berharap ke depan jumlahnya terus berkurang. Keselamatan di jalan harus dimulai dari diri sendiri, dengan memakai helm, mematuhi rambu lalu lintas, dan selalu berhati-hati saat berkendara,” pungkasnya.

(adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *