Pemkab Pati Siapkan Tegalombo sebagai Model Pertanian Berbasis Teknologi

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus memperkuat transformasi sektor pertanian dengan menjadikan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, sebagai kawasan percontohan pertanian modern. Upaya tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri kegiatan Panen Melon bersama Kelompok Tani Istana Tani di Desa Tegalombo, Sabtu (18/7/2026).

Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pertanian yang lebih maju melalui pemanfaatan teknologi, penguatan infrastruktur, perluasan jaringan pemasaran, hingga kemudahan akses pembiayaan bagi petani.

Risma Ardhi Chandra menilai keberhasilan budidaya melon yang dikembangkan Kelompok Tani Istana Tani menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa apabila dikelola secara modern.

“Bersama Kelompok Tani Istana Tani, kita bisa memulai dari Desa Tegalombo untuk menciptakan pertanian modern, pertanian yang maju, sehingga bisa kembali lagi digunakan untuk mewujudkan perekonomian yang mantap di Desa Tegalombo,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Pati akan mengupayakan bantuan berbagai alat dan mesin pertanian melalui Kementerian Pertanian. Bantuan yang diusulkan antara lain traktor, pompa air, hingga drone pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.

“Kami akan berupaya menghadirkan dukungan sarana yang dibutuhkan petani. Teknologi harus menjadi bagian dari pertanian kita agar hasilnya semakin optimal,” kata Chandra.

Selain modernisasi alat pertanian, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur penunjang. Salah satu yang menjadi prioritas adalah perbaikan talut di kawasan pertanian yang selama ini kerap memicu genangan air ketika musim penghujan sehingga mengganggu produktivitas lahan.

Di sisi lain, Pemkab Pati mendorong agar hasil panen melon Tegalombo dapat menembus pasar modern. Menurut Chandra, peluang tersebut terbuka lebar apabila petani mampu menjaga kualitas produk secara konsisten sehingga memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kalau kualitasnya terus dijaga, saya yakin melon Tegalombo mampu bersaing di pasar modern dan memberikan nilai tambah bagi petani,” tegasnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas akses pembiayaan bagi petani melalui sinergi dengan Bank Jateng. Dukungan permodalan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan usaha pertanian sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pati untuk mengembangkan komoditas unggulan berbasis pertanian modern.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *