Alun-Alun Kembang Joyo Pati Terbengkalai, DPRD Dorong Penataan dan Pengelolaan Segera

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Kondisi Alun-Alun Kembang Joyo Pati yang semula diproyeksikan menjadi pusat aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) kini justru terlihat terbengkalai dan kumuh. Kawasan yang diharapkan menjadi ruang publik sekaligus pusat ekonomi kerakyatan itu tampak sepi pengunjung.

Minimnya aktivitas masyarakat membuat banyak pedagang enggan berjualan di lokasi tersebut. Sejumlah lapak terlihat kosong dan tidak terawat.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan kondisi sepinya alun-alun menjadi alasan utama para PKL memilih tidak berjualan.

“Para PKL enggan berdagang di lokasi Alun-Alun Kembang Joyo karena sepi,” ujarnya.

Menurut Joni, pihaknya sebenarnya telah mendapatkan izin dari Ketua DPRD maupun Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, untuk melakukan pembenahan kawasan tersebut. Namun hingga kini, proses penataan masih menunggu penunjukan organisasi perangkat daerah (OPD) atau SKPD yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan alun-alun.

“Nanti kita benahi sama-sama, rumputnya panjang-panjang dan lampunya juga banyak yang mati. Intinya kita tunggu SKPD penanggung jawab,” katanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Alun-Alun Kembang Joyo memang memerlukan perhatian serius. Rumput liar tumbuh tinggi di sejumlah titik, beberapa lampu penerangan tidak berfungsi, serta sampah tampak berserakan di area publik.

Joni menegaskan, setelah SKPD penanggung jawab resmi ditetapkan, Komisi C DPRD Pati akan mendorong percepatan penataan kawasan. Tidak hanya pembenahan fisik, DPRD juga akan mengkaji langkah strategis agar kawasan tersebut kembali ramai dikunjungi masyarakat.

“Kawasan ini sebenarnya punya potensi besar. Kalau dikelola serius dan dibuat nyaman, tentu masyarakat akan datang dan PKL juga kembali berjualan. Jangan sampai aset publik yang sudah dibangun dengan anggaran besar justru terbengkalai,” tegasnya.

Komisi C DPRD Pati berharap Alun-Alun Kembang Joyo dapat kembali hidup sebagai ruang publik representatif sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil di Kabupaten Pati.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *