PATI — Pembangunan trotoar di Jalan P. Sudirman, Kabupaten Pati, menjadi perhatian DPRD setempat. Proyek yang digadang-gadang mampu memperbaiki wajah kawasan pusat kota tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Sorotan bukan hanya menyangkut kecepatan pekerjaan, tetapi juga dampak pengerjaan terhadap aktivitas masyarakat. Kawasan pertokoan di sepanjang Jalan P. Sudirman masih harus berhadapan dengan material proyek, debu, hingga akses keluar-masuk toko yang tidak sepenuhnya leluasa.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Warjono, mengatakan pembangunan infrastruktur dengan anggaran besar semestinya mendapat pengawasan yang lebih ketat. Terlebih, proyek tersebut menggunakan anggaran dari pemerintah pusat sehingga pelaksanaannya harus memenuhi target yang telah ditentukan.
Menurutnya, progres pembangunan trotoar tersebut masih kalah cepat dibandingkan pekerjaan trotoar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pati melalui anggaran daerah.
“Kalau melihat progresnya, memang belum menggembirakan. Pekerjaannya tidak secepat pembangunan yang dikerjakan kabupaten,” kata Warjono.
Warjono menyebut pekerjaan telah berlangsung sejak Juni. Dengan waktu pelaksanaan yang terus berjalan, ia berharap capaian pembangunan dapat segera digenjot agar tidak berujung pada pekerjaan yang terburu-buru menjelang batas akhir kontrak.
Ia menilai nilai proyek yang mencapai puluhan miliar rupiah membuat pengawasan tidak boleh dilakukan sekadarnya. Setiap tahapan pekerjaan harus dipastikan berjalan sesuai jadwal, mutu, serta spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Targetnya tahun ini harus selesai. Anggarannya besar, sampai puluhan miliar, sehingga pengawasannya juga harus serius,” tegasnya.
Di sisi lain, Warjono meminta dampak pengerjaan terhadap masyarakat sekitar turut menjadi perhatian. Pedagang dan pengunjung pertokoan menjadi pihak yang langsung merasakan konsekuensi selama proyek berlangsung.
Menurut dia, kontraktor seharusnya dapat mengatur area kerja dengan lebih tertib sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Pengendalian debu dan penataan material juga perlu dilakukan secara berkala.
“Jangan sampai pembangunan yang tujuannya memperbaiki kota justru membuat masyarakat yang beraktivitas di sana merasa terganggu,” ujarnya.
Warjono pun mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati untuk meningkatkan koordinasi serta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Pengawasan dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera ditangani tanpa menunggu pekerjaan memasuki tahap akhir.
DPRD berharap pembangunan trotoar Jalan P. Sudirman dapat segera dipercepat dengan tetap mengutamakan kualitas. Setelah selesai, keberadaan trotoar diharapkan tidak hanya memperindah kawasan pusat kota, tetapi juga memberikan ruang yang lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki serta mendukung aktivitas masyarakat.
(ADV)













