Muslihan Dorong Ekonomi Kreatif Pati Naik Kelas Lewat Inovasi Anak Muda

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Pengembangan ekonomi kreatif dinilai bisa menjadi salah satu jalan bagi Kabupaten Pati untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Kekayaan potensi daerah yang tersebar di berbagai sektor dinilai perlu dikemas lebih inovatif agar mampu menghasilkan nilai tambah.

Anggota DPRD Pati, Muslihan, menyebut generasi muda harus mendapat ruang lebih besar untuk terlibat dalam pengembangan sektor tersebut. Menurutnya, kreativitas anak muda dapat menjadi kekuatan untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki daya saing.

“Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berkreasi. Pati punya banyak potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi produk maupun jasa yang bernilai ekonomi,” ujar Muslihan.

Ketua Komisi B DPRD Pati itu mencontohkan potensi ikan bandeng di Juwana. Komoditas yang selama ini telah dikenal sebagai produk khas daerah tersebut, menurutnya, masih mempunyai peluang untuk dikembangkan melalui inovasi pengolahan dan pemasaran.

Ia menilai pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan ekosistem yang mendukung. Pemerintah daerah tidak cukup hanya mengenalkan potensi yang dimiliki, tetapi juga perlu memberikan pembinaan agar masyarakat memiliki kemampuan mengelolanya secara profesional.

“Pelatihan dan sosialisasi harus diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan. Jangan sampai masyarakat memiliki potensi, tetapi tidak dibekali keterampilan untuk mengembangkannya,” jelasnya.

Muslihan menambahkan, cakupan ekonomi kreatif jauh lebih luas dibandingkan sekadar menghasilkan barang. Kreativitas masyarakat dalam bidang seni, budaya, hingga berbagai jenis layanan juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah membuka akses yang lebih mudah bagi pelaku ekonomi kreatif terhadap pembiayaan dan pemasaran. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi bagian penting agar usaha kreatif tidak berhenti pada skala kecil.

“Ketika keterampilan sudah ada, akses modal dan pasar juga harus dibuka. Dengan begitu, produk lokal Pati memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Di sisi lain, penguatan ekonomi kreatif dinilai dapat memberikan manfaat terhadap keberlangsungan seni dan budaya daerah. Kreativitas dalam mengemas kesenian maupun budaya lokal berpotensi menjadikannya daya tarik wisata sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Muslihan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan generasi muda dapat terus diperkuat. Pengelolaan potensi secara konsisten dinilai akan membuat sektor ekonomi kreatif semakin berperan dalam pembangunan daerah.

“Kalau dikelola secara serius, ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan baru bagi Pati. Harapannya, Pati tidak hanya dikenal karena potensi alamnya, tetapi juga menjadi daerah yang maju dalam ekonomi kreatif,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *