Kera Liar Turun ke Permukiman Prawoto, Warga Resah hingga Ada yang Dilarikan ke Rumah Sakit

  • Bagikan
banner 468x60

PATI — Warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, mulai merasa tidak nyaman dengan kemunculan kawanan kera liar di sekitar permukiman. Memasuki musim kemarau, hewan-hewan tersebut semakin sering turun dari kawasan hutan untuk mencari makanan dan air.

Kemunculan kera bukan sekadar mengganggu aktivitas warga. Sejumlah tanaman milik masyarakat dirusak, sementara beberapa warga dilaporkan menjadi korban gigitan dan cakaran. Bahkan, terdapat korban yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kawanan kera tersebut diketahui kerap muncul pada siang hingga sore hari. Mereka masuk ke pekarangan rumah, kebun, hingga lingkungan permukiman warga.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kera juga berani masuk ke rumah warga. Dalam sejumlah kesempatan, hewan tersebut mengambil makanan yang tersedia, termasuk buah-buahan dan pisang yang disiapkan untuk keperluan hajatan.

Warga sebenarnya telah berupaya mengusir kawanan kera tersebut. Namun, upaya itu belum memberikan hasil permanen karena kera kembali datang dan memasuki permukiman secara berulang.

Situasi ini menjadi perhatian karena keberadaan kera liar berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Siti Maudlu’ah, mengatakan dirinya telah menerima sejumlah laporan mengenai keresahan masyarakat Prawoto akibat kawanan kera yang turun ke permukiman.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah karena sudah menyangkut keselamatan warga.

“Memang benar di Prawoto resah. Saat musim kemarau kera turun ke kampung dan menyerang masyarakat. Bahkan ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Ini harus segera ditangani,” ujarnya.

Siti menilai penanganan tidak cukup hanya dengan mengusir kera dari permukiman. Pemerintah perlu mencari akar persoalan, termasuk kondisi habitat kera yang kemungkinan mengalami keterbatasan sumber makanan dan air selama musim kemarau.

Ia pun mendorong adanya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pati, Dinas Lingkungan Hidup, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menentukan langkah penanganan yang aman, baik bagi masyarakat maupun satwa.

“Kami berharap ada solusi cepat. Baik dari Dinas Lingkungan Hidup, BKSDA, maupun Pemkab Pati. Masyarakat tidak bisa terus hidup dalam ketakutan karena adanya kera liar,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *