Kekeringan Meluas, PDI Perjuangan Pati dan Haryanto Salurkan Puluhan Tangki Air Bersih

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Musim kemarau berkepanjangan membuat krisis air bersih di Kabupaten Pati semakin meluas. Pemerintah Kabupaten Pati telah menaikkan status penanganan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat kekeringan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati, kekeringan berdampak pada sekitar 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Wilayah dengan dampak cukup berat antara lain Kecamatan Jakenan, Gabus, Winong, Tambakromo dan Jaken.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk ikut turun tangan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Salah satunya dilakukan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati bersama Anggota DPR RI H. Haryanto dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi V, dengan menyalurkan puluhan tangki air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

Bantuan tidak hanya menyasar satu desa, tetapi diarahkan ke sejumlah kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih. Salah satu titik penyaluran berada di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti.

Sekretaris Desa Ngagel, Setyo Widi Nugroho, mengapresiasi bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat, khususnya warga Dukuh Cepoko.

“Dari Pemerintah Desa Ngagel kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Pemerintah Kabupaten Pati, dalam hal ini melalui PDI Perjuangan dan BPBD Kabupaten Pati yang pada hari ini telah memberikan bantuan dua tangki,” ujarnya.

Setyo menjelaskan, dua tangki tersebut masing-masing berkapasitas 5.000 liter dan didistribusikan kepada warga Dukuh Cepoko, Desa Ngagel.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga di RT 7 RW 5, RT 10 RW 5 dan RT 5 RW 5.

“Mudah-mudahan dengan bantuan dua tangki air bersih dari PDI Perjuangan Kabupaten Pati ini sedikit mengurangi kekurangan air yang ada di wilayah Dukuh Cepoko, khususnya di tiga RT tersebut,” katanya.

Ia berharap bantuan air bersih dapat terus berlanjut mengingat musim kemarau masih diperkirakan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

“Semoga ke depan bantuan air bersih dari PDI Perjuangan bisa terus berlanjut atau bahkan bertambah lagi, mengingat kemarau diprediksi juga sampai bulan November,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati sekaligus Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Danu Ikhsan HC, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

Danu menyebut, puluhan tangki air bersih disiapkan melalui kolaborasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati bersama Anggota DPR RI H. Haryanto dari Komisi V Fraksi PDI Perjuangan.

“Total bantuan yang kami salurkan mencapai puluhan tangki air bersih. Bantuan ini kami arahkan ke beberapa kecamatan yang memang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan air bersih,” kata Danu.

Menurutnya, bantuan tidak hanya dipusatkan di satu wilayah, melainkan disebar berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Jadi tidak hanya di satu wilayah. Kami berupaya agar bantuan bisa menjangkau beberapa kecamatan terdampak. Ada wilayah Jakenan, Gabus, Winong, Tambakromo, Jaken dan daerah lainnya yang membutuhkan perhatian,” jelasnya.

Danu mengatakan, sebagai Anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, dirinya juga menerima aspirasi masyarakat terkait kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

“Persoalan air bersih ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika ada warga yang kesulitan mendapatkan air, tentu harus kita respons bersama. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Desa Ngagel menjadi salah satu titik yang mendapatkan bantuan karena masyarakat di wilayah tersebut juga mengalami keterbatasan air bersih.

“Ngagel menjadi salah satu sasaran karena di sana masyarakat membutuhkan pasokan air. Namun bantuan ini tidak hanya untuk Ngagel, kami juga menyasar wilayah lain yang terdampak kekeringan,” katanya.

Danu menilai penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, partai politik dan masyarakat.

“Status Kabupaten Pati sudah tanggap darurat kekeringan. Artinya, semua pihak perlu bergerak bersama. Kami dari PDI Perjuangan bersama Pak Haryanto berusaha mengambil bagian untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, Danu berharap pemerintah juga menyiapkan langkah permanen untuk mengantisipasi kekeringan yang berulang setiap tahun.

“Bantuan air ini sifatnya meringankan kebutuhan masyarakat sekarang. Tetapi ke depan harus ada solusi jangka panjang, seperti pengembangan sumber air dan infrastruktur penyediaan air di wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *