PATI – Festival Literasi yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Anggota Komisi A DPRD Pati, Danu Ikhsan HC, mengatakan kegiatan literasi seperti Festival Literasi perlu terus digelar dengan konsep yang menarik bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan membaca.
“Kami apresiasi acara seperti ini untuk menambah wawasan seluruh masyarakat Pati, utamanya para pelajar. Zaman sekarang anak-anak banyak yang malas membaca. Harapannya, dengan event seperti ini dapat meningkatkan minat baca,” kata Danu.
Menurut Danu, kegiatan literasi tidak sebatas mengenalkan buku kepada masyarakat. Lebih dari itu, festival dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal berbagai pengetahuan, karya, serta aktivitas kreatif yang mampu mendukung perkembangan mereka.
Festival Literasi Pati berlangsung di GOR Pesantenan Pati dan resmi dibuka pada Rabu (19/8) oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Pati, Nasikun. Pembukaan festival turut dihadiri Plt Bunda Literasi Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, serta sejumlah pihak terkait.
Berbagai kegiatan turut disiapkan dalam festival tersebut. Salah satunya bazar buku yang memberikan kesempatan kepada masyarakat membeli beragam buku dengan potongan harga hingga 90 persen.
Pengunjung juga disuguhi pameran arsip dan foto-foto lama Kabupaten Pati. Pameran tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan perkembangan Kabupaten Pati kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Festival Literasi juga melibatkan sejumlah perpustakaan desa yang menghadirkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran produk tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mendukung produk lokal.
Selain itu, rangkaian acara diisi dengan bedah buku, workshop mendongeng, pelatihan membuat komik, serta lomba menggambar tingkat SD.
Danu berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta dan program yang semakin luas. Menurutnya, penguatan budaya literasi perlu dilakukan secara konsisten agar membaca tetap menjadi kebiasaan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan semakin banyak pelajar yang ikut. Dengan begitu, budaya membaca dan literasi di Kabupaten Pati bisa semakin kuat,” pungkasnya.
(ADV)













