DPRD Pati Dorong Gerakan “Indonesia Asri”, Suyono Soroti Sampah dan Drainase

  • Bagikan
banner 468x60

PATI — Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Suyono, mendorong penguatan gerakan Indonesia Asri sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Menurut Suyono, gerakan Indonesia Asri merupakan bagian dari program nasional yang menekankan pentingnya lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah. Arahan tersebut, kata dia, disampaikan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi pusat dan daerah pada 2 Februari 2026.

“Gerakan ini bertujuan untuk mendorong ketertiban instansi pemerintah dan masyarakat dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pati telah menindaklanjuti arahan tersebut melalui Surat Edaran Bupati Pati Nomor 600.1.17.3.1.206 tentang kerja bakti dalam rangka gerakan Indonesia Asri. Melalui edaran itu, seluruh elemen masyarakat diimbau aktif melaksanakan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan.

Suyono menilai, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal. Ia menegaskan bahwa sampah menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Sampah ini menjadi PR kita bersama. Harus ada kesadaran bahwa pengelolaannya menjadi faktor utama dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tegasnya.

Sebagai solusi, ia mengungkapkan adanya rencana bantuan dari pemerintah pusat berupa pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Pati. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ke depan, sampah bisa diolah menjadi tenaga listrik. Ini menjadi salah satu langkah strategis, karena selain mengurangi sampah juga bisa membantu kebutuhan listrik masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Suyono juga menyoroti persoalan drainase yang kerap tersumbat, terutama saat musim hujan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan ikut berperan aktif menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

“Drainase jangan menunggu pemerintah. Kalau tersumbat, masyarakat juga harus sadar untuk membersihkan. Dimulai dari diri sendiri agar lingkungan tetap sehat dan aliran air lancar,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *