PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Demokrat, Eko Kuswanto, menyoroti banjir rob yang hingga kini masih melanda Desa Tanggulsari, Kecamatan Tayu. Menurutnya, kondisi yang telah berlangsung hampir dua tahun tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan biasa karena telah mengganggu kehidupan masyarakat secara terus-menerus.
Eko mengatakan, warga Tanggulsari setiap hari harus menghadapi genangan air laut yang masuk ke permukiman saat pasang. Air biasanya mulai menggenangi rumah-rumah warga pada pagi hari dan baru surut menjelang sore.
“Ini bukan kondisi yang normal. Hampir dua tahun masyarakat hidup berdampingan dengan banjir rob setiap hari. Aktivitas warga terganggu, perabot rumah tangga rusak, dan anak-anak harus berangkat sekolah dalam kondisi yang tidak nyaman,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan, Eko menilai penyebab utama banjir rob adalah tanggul penahan air laut yang sudah tidak mampu menahan tekanan air pasang. Kondisi konstruksi tanggul dinilai kurang kokoh sehingga air laut mudah masuk ke kawasan permukiman.
“Yang saya lihat, tanggul yang ada saat ini tidak cukup kuat menahan air pasang. Ketika debit air laut meningkat, tanggul tidak mampu berfungsi maksimal sehingga air masuk ke desa. Ini persoalan yang harus segera mendapatkan penanganan teknis yang tepat,” tegasnya.
Ia mengaku prihatin terhadap kondisi warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi dampak rob tanpa adanya solusi permanen. Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban.
Eko menegaskan bahwa pembangunan tanggul yang lebih kuat dan lebih tinggi menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi persoalan tersebut. Tanpa penguatan infrastruktur perlindungan pantai, banjir rob diperkirakan akan terus berulang.
“Solusinya harus jelas, yakni memperkuat tanggul yang ada atau membangun tanggul baru yang lebih kokoh. Kalau tanggulnya kuat, air pasang bisa ditahan. Tetapi jika tetap rapuh, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” katanya.
Politisi Demokrat itu juga meminta agar penanganan rob di wilayah pesisir utara Pati tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah pusat perlu turun tangan mengingat persoalan abrasi dan rob merupakan masalah besar yang membutuhkan dukungan anggaran serta perencanaan yang matang.
“Saya berharap ada sinergi yang kuat antara Pemkab Pati dengan pemerintah pusat. Mulai dari penyediaan anggaran, perencanaan teknis, hingga pelaksanaan pembangunan harus dilakukan secara bersama-sama. Warga Tanggulsari sudah terlalu lama menunggu kepastian,” ujarnya.
Eko menambahkan, jika kondisi tanggul terus dibiarkan tanpa perbaikan menyeluruh, maka banjir rob akan tetap menjadi ancaman bagi masyarakat setiap kali air laut pasang.
“Warga tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin bisa hidup normal tanpa dihantui banjir setiap hari. Negara harus hadir memberikan solusi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” pungkasnya.
(ADV)













