PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, meminta Pemerintah Kabupaten Pati segera menyiapkan langkah konkret untuk membantu petani tambak yang terdampak bencana rob di wilayah pesisir. Menurutnya, kerugian yang dialami petani tambak tidak kalah besar dibandingkan kerugian petani padi yang mengalami gagal panen.
Politikus perempuan dari Fraksi PKB tersebut menilai para petani tambak saat ini menghadapi situasi yang cukup berat. Selain kehilangan hasil produksi yang diharapkan, mereka juga harus menanggung kerugian akibat bibit yang telah ditebar ikut hanyut atau mati karena genangan air rob.
“Petani tambak ini juga perlu mendapat perhatian serius. Jangan sampai mereka merasa dianaktirikan. Kerugian yang dialami sangat besar karena bukan hanya kehilangan hasil panen, tetapi juga modal yang sudah dikeluarkan sejak awal,” ujar Muntamah saat ditemui di DPRD Pati.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, lebih dari 400 hektare tambak di Kecamatan Margoyoso dan Kecamatan Tayu terdampak banjir rob. Kondisi tersebut membuat aktivitas budidaya perikanan terganggu dan berpotensi menurunkan pendapatan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
Muntamah mengatakan pemerintah daerah perlu segera melakukan pendataan secara menyeluruh agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Menurutnya, petani tambak merupakan kelompok masyarakat yang menggantungkan seluruh penghasilan keluarga dari sektor budidaya perikanan sehingga perlu mendapatkan perlindungan ketika terjadi bencana.
“Petani padi saja mendapat perhatian ketika gagal panen, maka petani tambak juga berhak mendapatkan perlakuan yang sama. Mereka adalah masyarakat yang harus dilindungi karena mata pencahariannya terdampak langsung oleh rob,” tegasnya.
Ia menambahkan, negara memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Bentuk kehadiran tersebut dapat diwujudkan melalui bantuan maupun kompensasi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Menurut Muntamah, besaran kompensasi bukan menjadi persoalan utama. Yang lebih penting adalah adanya kepedulian dan langkah nyata dari pemerintah untuk meringankan beban para petani tambak yang saat ini sedang berjuang mempertahankan usahanya.
“Kalau memang belum bisa seratus persen, setidaknya ada bantuan yang menunjukkan bahwa pemerintah hadir. Masyarakat butuh dukungan ketika sedang menghadapi musibah seperti sekarang ini,” katanya.
Muntamah berharap Pemkab Pati segera menyusun skema bantuan bagi petani tambak terdampak rob di wilayah Margoyoso dan Tayu. Dengan adanya dukungan tersebut, para petani diharapkan dapat kembali berproduksi dan tidak mengalami kerugian berkelanjutan akibat hilangnya bibit maupun potensi gagal panen.
(ADV)













