PATI – DPRD Kabupaten Pati mendorong Festival Literasi yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Beragam perlombaan yang dihadirkan dinilai dapat menjadi strategi untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus mengembangkan kreativitas pelajar.
Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan HC, mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, pendekatan melalui perlombaan membuat kegiatan literasi menjadi lebih menarik bagi anak-anak karena mereka dapat belajar sekaligus berkompetisi.
“Ini menjadi kegiatan yang positif karena anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan. Mereka bisa belajar, berkreasi, sekaligus merasakan pengalaman berkompetisi,” kata Danu.
Ia menilai kegiatan literasi perlu dikemas secara variatif agar tidak identik dengan aktivitas membaca buku saja. Melalui lomba bertutur, resensi buku maupun pembuatan konten, pelajar dapat belajar memahami informasi sekaligus mengolahnya menjadi sebuah karya.
Danu berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara konsisten dengan cakupan peserta yang semakin luas. Menurutnya, pembentukan budaya literasi membutuhkan proses panjang sehingga harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Budaya membaca itu tidak bisa dibangun dalam satu kegiatan saja. Karena itu, kami berharap festival seperti ini terus dilakukan dan dikembangkan supaya semakin banyak anak yang tertarik dengan kegiatan literasi,” ujarnya.
Selain perlombaan bagi pelajar, Festival Literasi juga memberikan ruang bagi perpustakaan desa dan kelurahan melalui kategori perpustakaan terbaik. Hal tersebut dinilai penting karena keberadaan perpustakaan di tingkat desa dapat menjadi salah satu sarana mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat.
Adapun perlombaan yang digelar meliputi resensi buku, lomba bertutur tingkat SD sederajat, video konten literasi, serta lomba perpustakaan desa/kelurahan terbaik.
DPRD Pati menilai keberagaman kategori tersebut perlu dipertahankan. Dengan konsep yang semakin kreatif dan melibatkan berbagai unsur, Festival Literasi diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Pati, mulai dari sekolah hingga lingkungan masyarakat.
(ADV)













