Komisi A DPRD Pati Dorong Pendidikan Antikorupsi Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Pendidikan antikorupsi dinilai perlu dikenalkan kepada generasi muda sejak bangku sekolah. Langkah ini penting untuk membangun karakter, menanamkan integritas, serta membentuk kebiasaan berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Danu Ikhsan HC, menilai masa sekolah menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya korupsi. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pengetahuan tentang dampak korupsi sekaligus nilai-nilai yang dapat mencegah perilaku tersebut.

“Pendidikan antikorupsi memang wajib dimulai dari usia dini, masa muda dan masa asyik waktu sekolah. Kita doktrin bahaya korupsi,” ujar Danu.

Ia menegaskan, pihaknya mendukung kegiatan pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi penerus bangsa. Dukungan tersebut disampaikan bersama anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dalam sinergi dengan Inspektorat Kabupaten Pati.

“Saya bersama anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, mitra Inspektorat Kabupaten Pati, mendukung kegiatan yang baik ini untuk generasi masa depan bangsa,” katanya.

Menurut Danu, pengenalan antikorupsi tidak cukup hanya melalui penyampaian materi di ruang kelas. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian menolak tindakan yang tidak benar perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Pembiasaan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak menyontek, tidak melakukan kecurangan, berani mengakui kesalahan, serta membiasakan diri bersikap adil terhadap sesama.

Dengan penanaman nilai sejak dini, pendidikan antikorupsi diharapkan tidak sekadar menjadi pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Danu berharap pendidikan antikorupsi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun generasi yang memiliki integritas. Dengan demikian, kesadaran untuk menjauhi korupsi dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bekal dalam mewujudkan tata kehidupan yang bersih serta bertanggung jawab.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *