Selain RTLH, Pemkab Pati Harapkan Djarum Bantu Atasi Krisis Air Bersih

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, berharap PT Djarum memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Selain membantu pembangunan rumah layak huni, perusahaan diharapkan turut berkontribusi dalam mengatasi kekeringan hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Chandra saat penyerahan simbolis bantuan 12 unit rumah layak huni (RTLH) dari program CSR PT Djarum di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026).

Menurut Chandra, persoalan kekeringan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati membutuhkan solusi berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan adalah pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya RTLH. Mungkin ada kerja sama lain, seperti desalinasi air, karena kami sering mengalami kekeringan,” ujar Chandra.

Ia juga berharap PT Djarum dapat meningkatkan jumlah bantuan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Pati pada tahun mendatang. Pasalnya, masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, mulai dari bangunan berbahan bambu hingga dinding yang harus ditambal menggunakan kardus.

Chandra menilai kebutuhan penanganan RTLH di Kabupaten Pati masih cukup besar, mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai hampir 1,4 juta jiwa.

“Dengan jumlah penduduk hampir 1,4 juta jiwa, wilayah yang luas, serta 401 desa dan 65 kelurahan, kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni di Pati masih besar,” katanya.

Tak hanya sektor perumahan dan air bersih, Chandra turut membuka peluang kerja sama di bidang pengembangan usaha. Ia menyebut Kecamatan Sukolilo dan Tambakromo sebagai wilayah yang berpotensi dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkab Pati berharap PT Djarum dapat mendukung program penghijauan melalui bantuan bibit tanaman yang nantinya dikoordinasikan bersama Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami juga berharap ada tambahan bibit untuk penghijauan melalui Dinas Lingkungan Hidup. Jadi, kerja sama yang dibangun bisa mencakup perbaikan rumah, lingkungan, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program bantuan rumah layak huni dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing keluarga penerima manfaat.

Rumah yang dibangun umumnya memiliki dua kamar tidur untuk keluarga dengan jumlah anggota hingga lima orang. Sementara itu, keluarga dengan anggota lebih banyak dapat memperoleh rumah dengan tiga kamar tidur.

“Mohon maaf baru dua belas, tetapi yang utama bukan hanya kemampuan, melainkan kemauan,” ujar Achmad.

Ia memaparkan, sepanjang 2026 PT Djarum membangun sebanyak 500 unit rumah layak huni di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Program tersebut menjangkau Kabupaten Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, serta Kota Salatiga dan Temanggung.

Untuk Kabupaten Pati, bantuan tahun ini diwujudkan melalui pembangunan 12 unit rumah. Sebanyak tujuh unit diberikan kepada warga Kecamatan Tlogowungu, sedangkan lima unit lainnya diperuntukkan bagi warga Kecamatan Sukolilo.

PT Djarum juga merencanakan pembangunan 500 unit rumah tambahan pada 2027. Perusahaan akan melihat kembali peluang penambahan bantuan untuk Kabupaten Pati sesuai dengan kebutuhan dan program yang tersedia.

Dari sisi konstruksi, rumah bantuan menggunakan material bata ringan atau hebel, rangka atap baja ringan, fasilitas sanitasi, serta dapur. Bangunan tersebut dirancang agar dapat digunakan selama sekitar 10 hingga 15 tahun.

Biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp70 juta untuk rumah dengan dua kamar tidur dan sekitar Rp80 juta untuk rumah dengan tiga kamar tidur. Adapun biaya renovasi dapat lebih besar, bergantung pada kondisi bangunan sebelumnya.

Achmad menambahkan, peluang kontribusi PT Djarum tidak terbatas pada pembangunan rumah. Perusahaan juga membuka kemungkinan dukungan terhadap program penghijauan, restorasi lahan, serta penanganan persoalan air bersih.

Dalam pelaksanaannya, pembongkaran rumah lama yang perlu direnovasi atau dibangun kembali pada prinsipnya menjadi tanggung jawab RT, RW, dan pemerintah desa. Namun, dukungan PT Djarum tetap dimungkinkan apabila diperlukan.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Pemkab Pati berharap kemitraan serupa dapat terus berkembang sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak warga dan menyentuh berbagai kebutuhan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), 12 keluarga penerima bantuan RTLH, serta tamu undangan lainnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *