Bantah Isu Jatuh dari Tangga, Ketua Komisi D DPRD Pati: Itu Alibi Sekolah, Kamis Pagi Kita Sidak Sekolah Rakyat Tlogowungu

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Komisi D DPRD Kabupaten Pati berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Tlogowungu pada Kamis pagi. Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri dugaan pengeroyokan siswa yang menjadi perhatian publik.

Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan pihaknya ingin mengetahui secara langsung kondisi di lingkungan sekolah serta memperoleh gambaran lebih jelas mengenai peristiwa yang menimpa korban.

Rencana sidak itu disampaikan Bandang setelah Komisi D menggelar audiensi dengan sejumlah pihak terkait. Dalam pertemuan tersebut, muncul persoalan mengenai dugaan kekerasan terhadap siswa, termasuk informasi yang menyebut korban mengalami insiden jatuh dari tangga.

Bandang membantah informasi tersebut. Ia menilai keterangan mengenai korban jatuh dari tangga perlu ditelusuri lebih lanjut dan menduga narasi itu digunakan pihak sekolah sebagai alasan untuk meredam persoalan.

“Isu anak itu jatuh dari tangga itu tidak benar, itu alibi dari sekolah untuk menutupi biar kondusif, tapi ini mencuat ke mana-mana,” ujar Bandang seusai audiensi.

Meski demikian, Komisi D akan melakukan penelusuran langsung untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Sidak direncanakan berlangsung Kamis pagi setelah mendapat izin dari Ketua DPRD Pati.

“Kamis pagi seizin Ketua DPRD akan sidak ke Sekolah Rakyat, melihat kondisi, kejadiannya seperti apa,” katanya.

Dalam audiensi sebelumnya, Komisi D telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari rumah sakit, Dinas Sosial, kepala Sekolah Rakyat, hingga ibu korban. Keterangan tersebut menjadi bahan awal bagi DPRD untuk mendalami persoalan yang terjadi.

Bandang mengatakan, pihaknya tidak ingin kasus tersebut berhenti tanpa kejelasan. Menurutnya, dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menempuh pendidikan.

“Insyaallah Komisi D akan mengawal, karena kasus ini kalau kita diam dan kita biarkan akan ke mana-mana, dan imbasnya ke sekolah lain,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya keterangan mengenai sejumlah hal yang dinilai kurang baik di lingkungan sekolah. Bahkan, dalam keterangan terakhir yang diterimanya, terdapat dugaan pengeroyokan terhadap korban.

Karena itu, Bandang menilai pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap peristiwa secara utuh. Ia berharap sidak dapat membantu DPRD memahami kondisi sebenarnya sekaligus menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kita lihat nanti kondisinya seperti apa, kita khawatir ada kejadian lain yang tidak tahu nanti dibuka bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Bandang mengingatkan agar persoalan tersebut tidak sampai menimbulkan ketakutan di kalangan siswa maupun orang tua. Ia khawatir dugaan perundungan atau kekerasan yang tidak tertangani dengan baik dapat membuat anak-anak enggan bersekolah di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, fasilitas pendidikan yang memadai tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila siswa merasa tidak aman dan mengalami trauma saat berada di lingkungan sekolah.

“Yang dikhawatirkan ke depan anak-anak tidak mau sekolah di Sekolah Rakyat. Bangunannya bagus, tapi anak tidak mau sekolah karena trauma, itu akan menjadi problem bersama,” pungkasnya.

Komisi D DPRD Pati berharap penanganan kasus ini dapat memberikan kejelasan bagi korban dan keluarganya sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *