DPRD Pati Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Penguatan Pemasaran Digital

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital menjadi tantangan yang perlu diantisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pati. DPRD Pati mendorong pemerintah daerah memperkuat pembinaan dan pendampingan agar UMKM mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti, mengatakan transformasi digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga bagaimana pelaku UMKM mampu membangun strategi pemasaran yang sesuai dengan kebiasaan konsumen.

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen membuat pelaku usaha perlu mulai memanfaatkan berbagai kanal digital untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan pelanggan, hingga meningkatkan transaksi.

“Sekarang masyarakat semakin banyak mencari produk melalui media digital. Karena itu, UMKM juga harus mulai menyesuaikan diri agar produknya tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi bisa menjangkau konsumen di luar daerah,” kata Yeti.

Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan pelaku usaha, khususnya dalam hal pemasaran dan pengelolaan bisnis.

Yeti mendorong Pemkab Pati agar program pembinaan UMKM tidak berhenti pada kegiatan pelatihan satu kali. Menurutnya, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha benar-benar mampu menerapkan materi yang diperoleh.

“Pelatihan harus dibarengi pendampingan. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, pelaku UMKM kembali bingung bagaimana menerapkannya. Yang dibutuhkan adalah pendampingan sampai mereka benar-benar bisa menjalankan pemasaran digital secara mandiri,” ujarnya.

Selain kemampuan pemasaran, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas produk. Kemasan, foto produk, pelayanan kepada konsumen, hingga kecepatan merespons pesanan dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemasaran melalui platform digital.

Menurut Yeti, produk lokal Pati memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas apabila dikemas secara menarik dan didukung strategi promosi yang tepat.

“Produk yang bagus harus didukung cara pemasaran yang bagus pula. Mulai dari kemasan, foto produk, cara menawarkan sampai pelayanan kepada pembeli harus diperhatikan karena semuanya bisa memengaruhi kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Yeti juga mengakui masih terdapat pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam mengikuti perkembangan teknologi, terutama mereka yang belum terbiasa menggunakan berbagai platform digital.

Karena itu, ia menyarankan adanya pola pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pelaku usaha. Bagi UMKM yang belum terbiasa dengan teknologi, pendampingan dapat dilakukan secara sederhana dan bertahap.

“Tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan digital yang sama. Jadi pendampingannya juga harus menyesuaikan. Yang penting mereka diberikan pemahaman secara bertahap sampai bisa menggunakan teknologi untuk membantu usahanya,” katanya.

Di sisi lain, Yeti menyebut akses permodalan juga tetap menjadi salah satu kebutuhan UMKM. Dukungan pembiayaan diperlukan agar pelaku usaha yang telah memiliki pasar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan usahanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mengintegrasikan pelatihan, pendampingan pemasaran, penguatan kualitas produk, serta akses permodalan dalam program pengembangan UMKM.

Dengan dukungan tersebut, UMKM Pati diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan pola konsumsi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.

“Kalau kemampuan SDM, pemasaran, kualitas produk dan permodalannya diperkuat secara bersama-sama, UMKM akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang. Pemerintah tinggal memastikan programnya tepat sasaran dan pendampingannya benar-benar berjalan,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *