PATI – Kerusakan akibat longsor di ruas Jalan Maitan–Kayen, tepatnya di wilayah Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, kembali menjadi sorotan. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu belum juga mendapat perbaikan permanen meski kerusakannya telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Sebagian badan jalan dilaporkan ambrol dan terus mengalami pengikisan. Kondisi tersebut membuat lebar jalan menyempit sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari maupun saat curah hujan tinggi.
Merasa khawatir kerusakan semakin meluas, warga akhirnya mengambil langkah swadaya dengan memasang jaring dan patok pembatas di sisi jalan yang longsor. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah tanah terus bergerak ke badan jalan sembari menunggu penanganan dari pemerintah.
“Kami resah karena kondisinya makin parah. Kalau hujan deras, longsor bisa tambah melebar. Jadi warga inisiatif pasang jaring biar tidak semakin ambrol,” ujar Riana, warga yang kerap melintasi jalur tersebut.
Kondisi itu mendapat perhatian dari Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Miftahul Abid. Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh lagi menunda penanganan karena ruas Maitan–Kayen merupakan jalur strategis yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Abid menegaskan, inisiatif warga melakukan pengamanan secara mandiri menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat. Namun, menurutnya, perbaikan infrastruktur tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Warga sudah menunjukkan kepeduliannya dengan melakukan pengamanan secara swadaya. Tetapi solusi permanen tetap harus dilakukan pemerintah. Saya meminta Pemkab Pati melalui DPUTR segera melakukan penanganan sebelum terjadi kecelakaan atau longsor semakin meluas,” tegas Abid.
Ia juga meminta DPUTR segera melakukan langkah darurat, seperti memasang rambu peringatan, pagar pengaman sementara, hingga kajian teknis agar perbaikan permanen bisa segera direalisasikan.
“Jangan menunggu sampai ada korban baru bergerak. Penanganan darurat harus segera dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan permanen agar masyarakat dapat melintas dengan aman,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh. Mereka menilai upaya swadaya yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara dan tidak akan mampu menahan longsor apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan itu.
(ADV)













