SURAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Community Applied Midwifery Research Group Program Studi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menggelar kegiatan pemberdayaan ibu hamil rentan melalui Kelas Prenatal Yoga di Pendhapa Kelurahan Sewu, Surakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (11/5/2026) tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Puskesmas Pucangsawit sebagai bagian dari upaya menekan angka morbiditas serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Program ini didanai melalui RKAT Universitas Sebelas Maret Tahun Anggaran 2026 dalam skema Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) dengan Nomor Perjanjian Penugasan Pengabdian 463/UN27.22/PT.01.03/2026.
Community Applied Midwifery Research Group memiliki komitmen untuk meningkatkan pengetahuan, kesiapan, dan kepercayaan diri ibu hamil dalam menghadapi masa kehamilan hingga persalinan. Melalui pendekatan promotif dan preventif, peserta tidak hanya memperoleh edukasi kesehatan kehamilan, tetapi juga mengikuti sesi prenatal yoga yang dirancang secara interaktif dan menenangkan.
Prenatal yoga dipilih sebagai salah satu metode pendampingan karena dinilai mampu membantu ibu hamil mengelola stres dan kecemasan yang kerap muncul selama masa kehamilan. Selain memberikan manfaat fisik, aktivitas tersebut juga mendukung kesehatan mental ibu sehingga lebih siap menghadapi proses persalinan.
Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Dr. Katherine Clark, MSc, M.Clin.Res, RM, dari King’s College London. Kehadirannya memberikan dukungan sekaligus apresiasi kepada para ibu hamil yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan maternal berbasis komunitas serta peran strategis tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil.
Melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil secara inklusif dan berkelanjutan. Program tersebut juga menjadi wujud implementasi pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan keluarga.
Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.













