DPRD Pati Desak Hukuman Berat Pelaku Pelecehan Santriwati

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mendesak aparat kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu.

Desakan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan pencabulan oleh oknum kiai yang menyeret puluhan santriwati sebagai korban. Saat ini, perkara tersebut telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pati.

Muntamah yang juga Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Pati menegaskan pentingnya hukuman maksimal bagi pelaku agar menimbulkan efek jera.

“Pelaku pelecehan seksual harus dihukum berat agar ada efek jera,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tegas dari aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk mencegah kasus serupa terulang, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan seperti pesantren.

Ia menilai, pemberian hukuman berat akan menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang memiliki niat melakukan tindakan serupa.

“Ketika ada orang yang punya niat melakukan serupa maka akan berpikir seribu kali, jika pelaku diberikan hukuman yang berat,” lanjutnya.

Selain itu, Muntamah juga menyoroti peran masyarakat dalam mencegah dan mengungkap kasus kekerasan seksual. Ia meminta warga tidak menutup-nutupi kejadian semacam ini dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Masyarakat harus segera melapor ke pihak berwajib kalau melihat kejadian seperti itu, agar korban tidak bertambah,” tandasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius berbagai pihak di Pati, terutama dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *