PATI — Kasus dugaan keracunan massal menimpa puluhan siswa MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 01 Ngembes.
Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, mengatakan sedikitnya 127 siswa dari total 565 peserta didik di sekolahnya terdampak. Mayoritas siswa yang mengalami keluhan merupakan kelas VIII dan IX.
Menurut Zaenal, makanan MBG yang seharusnya diterima sekitar pukul 11.20 WIB mengalami keterlambatan hingga sekitar pukul 12.00 WIB lebih.
“MBG dari SPPG ini datangnya terlambat, sekitar jam 12-an. Anak-anak yang biasanya jadwal makan jam 11.20 karena penjadwalannya demikian, sampai jam 12 belum datang,” ujar Zaenal.
Keterlambatan tersebut membuat para siswa terlebih dahulu melaksanakan salat Dzuhur sebelum makanan tiba.
Gejala kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa pada malam harinya. Zaenal menyebut keluhan mulai muncul sekitar pukul 23.00 WIB, berupa sakit perut hingga diare berulang yang berlangsung sampai Rabu pagi.
“Mulai jam 23.00 WIB itu mulai sakit perut, kemudian berak ke belakang (diare), dari sering sampai tadi pagi anaknya,” jelasnya.
Tak hanya siswa, sejumlah guru yang turut mengonsumsi menu MBG juga dilaporkan mengalami keluhan serupa. Pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap warga sekolah yang terdampak.
Zaenal mengatakan para siswa sebelumnya tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap makanan tersebut. Bahkan, menurutnya, sebagian siswa justru menilai menu yang diberikan memiliki rasa yang enak.
“Anak-anak kemarin malah merasakan enak, ada yang sampai nambah. Ada anak yang tidak masuk, jatahnya dimakan temannya,” ungkapnya.
Menu yang dibagikan berupa nasi bakar dengan lauk ayam suwir dan tempe yang dipotong kecil-kecil.
Untuk penanganan, para siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan perawatan secara terpusat di RSUD RAA Soewondo Pati. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dan koordinasi antarinstansi dapat berjalan lebih mudah.
“Di RSUD Soewondo Pati, jadi kita terpusat di sana sehingga koordinasinya nanti lebih mudah,” katanya.
Zaenal juga menyampaikan apresiasi kepada petugas dari Dinas Kesehatan, kepolisian, dan TNI yang turut membantu proses penanganan para siswa.
Sementara itu, salah seorang siswi MTsN 3 Pati, Nehisa, mengaku turut menyantap menu MBG tersebut. Ia mengatakan makanan yang dikonsumsinya terasa enak, tetapi setelah makan dirinya mulai merasakan sejumlah keluhan.
“Kemarin juga ikut makan, rasanya juga enak, menunya nasi bakar. Setelah makan terasa mual dan pusing, terus diare. Itu dirasakan kemarin sore,” tutur Nehisa.
Meski sempat mengalami mual, pusing, dan diare, Nehisa menyebut kondisinya kini mulai membaik.
“Alhamdulillah hari ini sudah mulai baikan,” ujarnya.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan dan pendataan oleh pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.













