Persipa Pati Ditahan Persipur 1-1, Salahudin Soroti Emosi Pemain

  • Bagikan
banner 468x60

GROBOGAN – Persipa Pati harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Persipur Purwodadi dalam laga uji coba di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Rabu (21/10/2026) sore. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih sebelum menghadapi kompetisi mendatang.

Laskar Saridin sebenarnya sempat berada di atas angin setelah winger Dahnyl Tuka mencetak gol pada menit ke-53. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Nuraji menyamakan kedudukan untuk Persipur pada menit ke-79.

Dalam pertandingan tandang uji coba perdana tersebut, Pelatih Kepala Persipa Pati, Salahudin, menurunkan sejumlah pemain andalannya sejak menit awal. Di antaranya penjaga gawang Arifin Setyadi, Hersya Scifo, M Rizal Amin, Frity Arman, hingga kapten tim Iqbal Al Ghuzat.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persipa berusaha menerapkan permainan cepat dengan tekanan tinggi atau high pressing. Meski demikian, Persipur mampu memberikan perlawanan melalui permainan yang disiplin dan sejumlah serangan berbahaya.

Peluang pertama Persipa hadir pada menit keenam melalui tendangan keras kaki kiri Frity Arman. Sayangnya, bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang tuan rumah.

Dua menit berselang, Persipur memperoleh peluang emas setelah terjadi kesalahan di lini belakang Persipa. Beruntung, Arifin Setyadi mampu menggagalkan upaya pemain depan tuan rumah.

Persipa kembali mengancam pada menit ke-16 melalui tendangan jarak jauh M Rizal Amin. Namun, kiper Persipur, Ferdian, yang musim lalu tercatat sebagai penjaga gawang Persipa, berhasil mengamankan bola.

Jual beli serangan terus berlangsung. Pada menit ke-18, Persipur hampir membuka keunggulan, tetapi tendangan pemain depannya hanya membentur mistar gawang Persipa.

Memasuki penghujung babak pertama, Laskar Saridin kembali memperoleh beberapa kesempatan. Tendangan Iqbal Al Ghuzat pada menit ke-38 masih tepat mengarah ke pelukan Ferdian.

M Rizal Amin juga sempat mencoba mencetak gol melalui tendangan salto pada menit ke-43, tetapi bola melebar tipis dari sasaran. Semenit kemudian, tendangan kerasnya kembali membentur mistar gawang.

Hingga turun minum, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan setelah 45 menit pertandingan.

Memasuki babak kedua, Persipa tetap tampil agresif. Bahkan, saat laga baru berjalan satu menit, Iqbal Al Ghuzat kembali mengancam melalui tendangan keras yang berhasil ditepis Ferdian.

Tekanan Persipa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53. Memanfaatkan kelengahan pertahanan Persipur, Dahnyl Tuka muncul dari lini belakang tanpa terdeteksi pemain lawan. Ia kemudian menuntaskan peluang dengan tenang untuk membawa Persipa unggul 1-0.

Setelah unggul, Salahudin melakukan perubahan komposisi pemain. Tiga pemain sekaligus ditarik keluar dan digantikan pemain lain pada menit ke-58. Salah satu pemain yang masuk adalah Yohanes Yapagaimu, pemain muda yang pada 2025 sempat mendapat panggilan mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-17.

Persipur terus berusaha mengejar ketertinggalan. Penjaga gawang Persipa, Arifin Setyadi, harus bekerja keras menghadapi tekanan tuan rumah pada menit ke-72 dan 73. Dua penyelamatan penting dilakukannya untuk mempertahankan keunggulan tim.

Namun, pertahanan Persipa akhirnya kembali ditembus pada menit ke-79. Melalui kombinasi permainan cepat di dalam kotak penalti, Nuraji berhasil menaklukkan Arifin Setyadi dan mengubah skor menjadi 1-1.

Kedudukan tersebut tidak berubah hingga pertandingan berakhir. Persipa pun membawa pulang hasil imbang dari lawatannya ke markas Persipur.

Usai pertandingan, Salahudin menilai anak asuhnya telah menunjukkan permainan yang cukup baik. Meski begitu, ia menyoroti pentingnya menjaga kesabaran dan mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan dari lawan.

“Secara keseluruhan, anak-anak sudah bermain cukup bagus. Namun, yang perlu digarisbawahi dari laga sore ini adalah agar lebih bisa sabar dan mengontrol emosi meski lawan memancing,” kata Salahudin.

Mantan pelatih Persis Solo dan Persijap Jepara itu juga menjelaskan bahwa strategi yang disiapkan pada awal pertandingan berjalan sesuai rencana. Namun, perubahan komposisi pemain pada babak kedua turut memengaruhi jalannya permainan.

“Awalnya game plan berjalan baik. Namun, saat kita mengganti banyak pemain di babak kedua, kemudian semua berubah,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Persipa Pati, Rafi Rizqullah Arifin, menyampaikan apresiasi kepada Persipur yang telah memberikan pengalaman berharga bagi timnya melalui pertandingan uji coba tersebut.

Menurutnya, tekanan dari suporter tuan rumah juga menjadi bagian penting dari proses persiapan Persipa untuk menghadapi atmosfer pertandingan kompetitif.

“Tekanan dari suporter Persipur juga luar biasa. Ini jadi bekal berharga juga untuk tim di kompetisi nanti. Terima kasih juga suporter Persipa yang datang dan memberikan dukungan langsung di Purwodadi. Ini luar biasa,” ujar Rafi.

Rafi turut mengapresiasi penampilan para pemain Persipa meskipun timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

“Anak-anak sudah menunjukkan kualitasnya. Namun, sayangnya kita kecolongan,” pungkasnya.

Hasil imbang ini menjadi catatan bagi Persipa untuk membenahi sejumlah aspek permainan, terutama konsistensi menjaga keunggulan, koordinasi pertahanan, serta pengendalian emosi saat menghadapi tekanan lawan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *