Kasus MBG Gembong Jadi KLB, Chandra Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong telah mendapatkan penanganan medis.

Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Jakarta, Rabu (9/9/2026), usai menerima apresiasi untuk Kabupaten Pati sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dalam perayaan HUT ke-15 KompasTV.

Meski tengah berada di Jakarta saat kejadian, Chandra mengaku langsung memimpin dan memonitor perkembangan penanganan begitu memperoleh laporan mengenai dugaan keracunan tersebut.

“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” tutur Chandra.

Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga. Hal itu mengingat kasus tersebut berkaitan dengan keselamatan korban dan telah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi Dinas Kesehatan dengan sejumlah fasilitas kesehatan. Pemkab juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Selain memastikan kondisi korban, Pemkab Pati masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis (10/9/2026) dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.

Chandra mengatakan koordinasi dilakukan secara intensif dengan kepala sekolah, tenaga perawat hingga direktur rumah sakit. Pemkab juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan.

“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” tutur Chandra.

Di Tengah Penanganan KLB, Pati Raih Apresiasi Ekonomi Kreatif

Di sisi lain, Pemkab Pati juga mendapat apresiasi atas komitmennya dalam pengembangan ekonomi kreatif. Penghargaan tersebut diberikan dalam perayaan HUT ke-15 KompasTV yang berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif diserahkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Chandra. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap daerah yang dinilai memiliki perhatian terhadap inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami mendapatkan apresiasi dari KompasTV sebagai daerah inovatif dan ekonomi kreatif. Sekali lagi terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati, penghargaan ini adalah penghargaan untuk kita semua untuk menuju Kabupaten Pati yang kreatif dan inovatif,” ujar Chandra.

Komitmen tersebut sebelumnya diwujudkan melalui penerbitan Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1036 Tahun 2026 tentang Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Periode Masa Jabatan 2026–2030 pada 2 April 2026. Ketentuan itu kemudian disempurnakan melalui SK Bupati Pati Nomor 500.13/1896 Tahun 2026 pada 2 Juli 2026.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Acep Iqbal Syamsul Bilad mengatakan penghargaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Apresiasi ini kami harapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati mulai mendapat perhatian di tingkat nasional,” kata Iqbal.

Menurutnya, salah satu agenda pengembangan ekonomi kreatif yang telah mendapat perhatian adalah Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Fest yang digelar di Alun-Alun Pati pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Selama enam hari, kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, festival kuliner khas, produk kreatif dari berbagai daerah, hingga aktivasi komunitas dan kolaborasi kreatif.

“Ekonomi kreatif di Kabupaten Pati harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar kegiatan pendukung,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif ke depan perlu diarahkan pada kebijakan dan regulasi, pengembangan talenta kreatif, akses pembiayaan dan pasar, digitalisasi ekosistem, serta penguatan ruang dan kegiatan kreatif.

“Harapannya Pati bukan hanya daerah yang memiliki banyak potensi, tetapi menjadi daerah yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi, membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *