PATI — DPRD Kabupaten Pati mendorong penguatan layanan pemadam kebakaran dengan menambah pos Damkar di wilayah Kawedanan Tayu dan Jakenan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperpendek waktu respons petugas saat terjadi kebakaran di wilayah yang selama ini memiliki jarak cukup jauh dari pusat pelayanan.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Suwarno, mengatakan penambahan pos Damkar perlu menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan tahun anggaran 2027. Menurutnya, keberadaan pos di wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat akan membuat penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat.
“Harapan kami penambahan pos Damkar di Kawedanan Tayu dan Jakenan bisa dilaksanakan pada tahun 2027. Ini penting karena semakin dekat jangkauan pelayanan, semakin cepat pula petugas bisa merespons ketika terjadi kebakaran,” ujar Suwarno.
Selain memperluas keberadaan pos, Suwarno juga menyoroti kebutuhan penambahan armada pemadam kebakaran. Saat ini, jumlah kendaraan Damkar yang tersedia disebut sebanyak 10 unit. Ia berharap jumlah tersebut dapat ditingkatkan menjadi 12 unit agar mampu mendukung pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
“Kalau sekarang ada 10 unit, idealnya ke depan bisa ditambah menjadi 12 unit. Penambahan ini perlu disesuaikan dengan luas wilayah Kabupaten Pati dan kebutuhan pelayanan di lapangan,” jelasnya.
Menurut Suwarno, penambahan pos dan armada harus dilakukan secara beriringan. Pos Damkar yang tersebar di sejumlah wilayah akan lebih optimal apabila didukung kendaraan yang memadai, sehingga petugas tidak hanya mengandalkan armada dari pusat pelayanan ketika menghadapi kejadian kebakaran.
Ia menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam mengantisipasi meluasnya api dan meminimalkan kerugian masyarakat. Karena itu, kebutuhan sarana dan prasarana Damkar perlu mendapat perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah.
“Jangan sampai ketika terjadi kebakaran petugas terkendala jarak atau keterbatasan armada. Karena itu, kami mendorong agar kebutuhan pos maupun unit kendaraan ini benar-benar diprioritaskan dalam perencanaan 2027,” pungkas Suwarno.
(ADV)













