PATI – Tingginya risiko kecelakaan di perempatan Desa Karangrejo, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, mendapat perhatian dari DPRD Pati. Anggota Komisi A DPRD Pati, Suharmanto, mendorong adanya langkah cepat untuk mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.
Perempatan yang menjadi titik pertemuan jalur Soko Puluhan-Winong dan Simbatur Agung-Triguno itu dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah dalam sepekan terakhir dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan di kawasan tersebut.
Suharmanto mengatakan, karakteristik persimpangan dan tingginya mobilitas kendaraan membuat pengendara perlu lebih berhati-hati ketika melintas.
“Lokasinya memang rawan. Hampir tiap minggu ada kejadian, entah itu tabrakan ringan atau yang sampai menimbulkan korban,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu segera diatasi adalah masih banyaknya kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi ketika mendekati perempatan. Padahal, kondisi jalan dan jarak pandang di sekitar persimpangan tidak sepenuhnya memberikan ruang bagi pengendara untuk mengantisipasi kendaraan dari arah lain.
Atas kondisi tersebut, Suharmanto mengusulkan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pati agar dilakukan pemasangan fasilitas pengendali kecepatan berupa polisi tidur.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya preventif agar pengendara secara otomatis mengurangi laju kendaraan sebelum memasuki persimpangan.
Usulan itu pun mendapat respons dari Dishub Pati. Pemasangan polisi tidur di titik rawan tersebut disebut akan segera dilakukan.
“Alhamdulillah, Dishub langsung respon apa yang menjadi usulan kami. Tidak lama lagi lokasi itu sudah dibuat polisi tidur,” katanya.
Suharmanto menegaskan, penanganan titik rawan kecelakaan tidak semestinya menunggu sampai jumlah korban terus bertambah. Menurutnya, tindakan pencegahan perlu dilakukan ketika suatu lokasi sudah menunjukkan pola kecelakaan berulang.
“Semoga dengan adanya polisi tidur nanti, angka kecelakaan bisa ditekan. Jangan sampai ada lagi korban jiwa di Karangrejo,” harapnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut juga meminta agar upaya serupa tidak hanya dilakukan di Karangrejo. Ia mendorong Dishub bersama Satlantas Polres Pati melakukan pemetaan terhadap sejumlah ruas dan persimpangan yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi.
Dengan pemetaan tersebut, penanganan dapat dilakukan lebih awal melalui rekayasa lalu lintas maupun pemasangan fasilitas keselamatan jalan, sehingga pemerintah tidak harus menunggu munculnya korban untuk melakukan intervensi.
“Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah ada korban. Titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani sejak awal,” tegasnya.
(ADV)













