PATI – Gagasan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra agar kesenian dan budaya daerah dikenalkan melalui sekolah mendapat dukungan dari Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo.
Bandang menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan lokal. Menurutnya, pengenalan seni tidak cukup dilakukan ketika ada agenda pertunjukan, tetapi perlu menjadi bagian dari proses pendidikan yang berlangsung secara berkelanjutan.
“Sekolah bisa menjadi pintu masuk yang sangat baik untuk mengenalkan budaya Pati kepada anak-anak. Mereka perlu diberi kesempatan mengenal, mempelajari, bahkan mencoba berbagai kesenian tradisional yang ada di daerah kita,” kata Bandang.
Ia menyebut generasi muda saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan budaya yang begitu cepat. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan penguatan pemahaman terhadap budaya daerah agar anak-anak tetap memiliki akar identitas yang kuat.
Bandang mengatakan, DPRD Pati melalui Komisi D siap mendukung berbagai kebijakan maupun kegiatan yang bertujuan memperkuat pendidikan seni dan budaya di sekolah.
“Kalau sejak kecil sudah akrab dengan budaya sendiri, saya yakin rasa memiliki terhadap Pati juga akan semakin kuat. Karena itu, kami di Komisi D tentu mendukung bagaimana seni dan budaya ini bisa lebih dekat dengan dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap pengenalan budaya di sekolah tidak hanya terbatas pada teori. Para siswa, kata dia, perlu mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan seperti pentas seni, belajar tari tradisional, karawitan, wayang, ketoprak, maupun bentuk kesenian lokal lainnya.
Menurut Bandang, langkah tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya mencari dan menumbuhkan generasi penerus bagi pelaku seni di Kabupaten Pati.
“Pelestarian budaya harus dimulai dari regenerasi. Kalau anak-anak kita tidak dikenalkan sejak sekarang, siapa yang nanti akan meneruskan kesenian-kesenian tersebut,” pungkasnya.
(ADV)













