PATI – Rencana renovasi taman di Kabupaten Pati dinilai belum menjadi kebutuhan yang mendesak di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih lesu. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, meminta Pemerintah Kabupaten Pati menunda sementara proyek tersebut dan mengalihkan anggaran untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, hingga kini belum ada pembahasan lanjutan mengenai rencana renovasi taman yang sebelumnya sempat dikomunikasikan. Ia menyebut pembahasan tersebut masih sebatas wacana dan belum masuk ke tahap pelaksanaan.
“Informasi yang kami terima sebelumnya memang ada rencana renovasi taman, tetapi sampai sekarang belum ada perkembangan lagi. Saat itu masih sebatas komunikasi awal,” ujar Muntamah.
Ia menilai keberadaan taman kota memang memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka publik sekaligus mempercantik wajah daerah. Namun, di tengah perlambatan ekonomi, pemerintah sebaiknya lebih memfokuskan anggaran pada sektor yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Menurut saya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih melemah. Karena itu, renovasi taman sebaiknya ditunda terlebih dahulu,” katanya.
Muntamah menjelaskan masih banyak program yang lebih mendesak untuk dibiayai, seperti pemberdayaan pelaku UMKM, bantuan sosial, hingga kebijakan yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Langkah tersebut dinilai lebih tepat dibanding mengutamakan proyek penataan taman.
“Keindahan taman memang penting, tetapi saat ini ada kebutuhan lain yang lebih mendesak, terutama yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak menolak rencana renovasi taman secara keseluruhan. Menurutnya, proyek tersebut tetap dapat direalisasikan setelah dilakukan evaluasi dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta kondisi ekonomi masyarakat.
“Perencanaan yang sudah ada sebaiknya dievaluasi kembali. Untuk sementara, kita fokus pada program-program yang lebih menjadi prioritas,” jelasnya.
Selain itu, Muntamah berharap Pemerintah Kabupaten Pati bersama organisasi perangkat daerah terkait meningkatkan komunikasi dengan Komisi C DPRD sebelum menjalankan proyek pembangunan fisik. Keterbukaan dalam penyusunan dan penggunaan anggaran dinilai penting agar setiap kebijakan memperoleh dukungan publik dan tidak menimbulkan polemik.
Ia optimistis apabila anggaran difokuskan untuk memperkuat pemulihan ekonomi, manfaatnya akan lebih dirasakan masyarakat. Sementara itu, penataan taman dapat kembali dilaksanakan ketika kondisi ekonomi daerah sudah lebih stabil.
(ADV)













