PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran dalam mencegah anak putus sekolah. Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah maupun pihak sekolah, tetapi juga harus menjadi tanggung jawab bersama.
Muntamah mengatakan, keluarga dan lingkungan sekitar memiliki posisi strategis untuk memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya mengenyam pendidikan. Ia menilai perhatian sederhana dari tetangga maupun tokoh masyarakat dapat menjadi penyelamat bagi anak-anak yang berpotensi berhenti sekolah akibat persoalan ekonomi maupun sosial.
“Minimal kita harus memberikan dorongan di lingkungan kita masing-masing. Minimal anak-anak di lingkungan kita itu setidaknya pendidikan dasar 9 tahun harus mengenyam,” ujarnya.
Sebagai praktisi pendidikan, Muntamah menuturkan bahwa lingkungan yang peduli akan melahirkan budaya saling mengingatkan. Apabila ada anak yang mulai jarang bersekolah atau menunjukkan tanda-tanda akan putus sekolah, masyarakat diharapkan tidak tinggal diam.
Ia menambahkan, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari memberikan motivasi kepada anak dan orang tua, membantu mencarikan solusi atas kendala pendidikan, hingga menggalang bantuan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Menurut Muntamah, semakin banyak anak yang mampu menyelesaikan pendidikan, maka kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati juga akan semakin meningkat.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan anak-anak di sekitarnya, maka kita sedang menyiapkan generasi yang lebih berkualitas untuk masa depan Kabupaten Pati,” ungkapnya.
Ia berharap semangat gotong royong dalam bidang pendidikan terus diperkuat sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar.
“Anak jangan sampai putus sekolah. Itu pesan paling penting,” tegasnya.
(ADV)













