DPRD Pati Dukung Penguatan Penanganan TBC, Ketua Dewan Soroti Kebutuhan Alat dan Screening

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) melalui program Tracing TBC Terintegrasi yang digelar di Kabupaten Pati.

Hal itu disampaikan Ali Badrudin saat menghadiri kunjungan Wakil Menteri Kesehatan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, persoalan TBC bukan hanya terjadi di daerah, namun sudah menjadi isu nasional yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi.

“Ya, hampir semua di Indonesia sama, masyarakat kita masih menghadapi persoalan ini. Tadi juga disampaikan Pak Menteri bahwa Indonesia menempati nomor dua di dunia untuk kasus TBC. Ini tentu menjadi perhatian serius bersama,” ujar Ali.

Ia menegaskan, langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dalam mendorong tracing dan screening dinilai tepat untuk mempercepat deteksi dan penanganan kasus di lapangan.

Menurutnya, ke depan dibutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk penambahan alat kesehatan guna menunjang proses pemeriksaan dan pengobatan.

“Ke depan akan ada kebutuhan tambahan alat, kemudian dilakukan screening secara menyeluruh, baik bagi masyarakat maupun keluarganya. Ini penting agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Selain pendekatan medis, Ali juga menyoroti pentingnya intervensi sosial bagi penderita TBC, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ia menyebut, bantuan perbaikan rumah menjadi bagian dari upaya memutus rantai penularan.

“Selain itu juga akan diberikan bantuan bagi warga yang rumahnya tidak layak huni sebagai bagian dari penanganan. Jadi ini tidak hanya soal pengobatan, tapi juga menyentuh kondisi lingkungan,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai terus melakukan berbagai terobosan di bidang kesehatan.

“Kami melihat pemerintah terus melakukan berbagai terobosan untuk menyehatkan masyarakat. Terkait alat-alat penunjang, nantinya juga akan dibantu oleh Kementerian,” pungkasnya.

Diketahui, Kabupaten Pati mencatat sebanyak 2.658 kasus TBC sepanjang tahun 2025, sehingga menjadi perhatian serius lintas sektor untuk segera ditangani secara komprehensif.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *